kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga minyak sulit tembus US$ 50 sebarel


Jumat, 18 Agustus 2017 / 19:16 WIB


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - Laju harga minyak west texas intermediate (WTI) tersendat. Setelah mendapat sentimen positif dari penurunan cadangan minyak mentah Amerika Serikat (AS), kini laju harga minyak mentah mulai terbatas.

Mengutip Bloomberg, minyak mentah WTI di Nymex, Jumat (18/8) pukul 18.15 WIB, naik 0,17% ke level US$ 47,17 per barel. Lajunya melambat dibandingkan perdagangan di pasar Asia, Jumat pagi, dengan reli 0,28%.

Namun, jika dibandingkan pekan sebelumnya, harga minyak justru terkoreksi cukup dalam sekitar 3,28%.

Nizar Hilmy, analis PT Soe Gee Futures mengatakan, kenaikan yang mulai terbatas karena adanya tarik menarik sentimen dari laporan cadangan dan produksi minyak Amerika Serikat (AS).

Di satu sisi, penurunan cadangan sekitar 8,9 juta barel periode 5-11 Agustus telah membuat harga minyak melambung. Tetapi, kenaikan produksi minyak selama periode tersebut menjadi 9,5 juta barel per hari juga menekan harga. “Tarik menarik sentimen inilah yang membuat penguatan sedikit tertahan,” ujarnya, Jumat (18/8).

Kondisi tersebut semakin diperparah dengan melemahnya kepatuhan negara-negara OPEC terkait kesepakatan pemangkasan produksi sebesar 1,8 juta barel sampai akhir Maret 2018. Kalau bulan lalu tingkat kepatuhannya masih berada di level 80% ke atas, kini semakin menurun menjadi 75%.

“Kalau seperti ini minyak akan sulit menembus ke level US$ 50 per barel,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×