kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.937   25,00   0,14%
  • IDX 6.062   -8,76   -0,14%
  • KOMPAS100 782   -2,66   -0,34%
  • LQ45 599   -2,22   -0,37%
  • ISSI 211   -0,03   -0,01%
  • IDX30 332   -1,22   -0,37%
  • IDXHIDIV20 423   -1,37   -0,32%
  • IDX80 89   -0,28   -0,31%
  • IDXV30 115   -0,07   -0,06%
  • IDXQ30 109   -0,08   -0,08%

Harga minyak stagnan di sekitar US$ 51 per barel


Selasa, 11 Desember 2018 / 07:36 WIB
ILUSTRASI. Harga minyak


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak flat pada awal perdagangan hari ini. Selasa (11/12) pukul 7.21 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari 2019 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 51 per barel, sama dengan harga penutupan Senin.

Kemarin, harga minyak acuan AS ini merosot 3,06% dari harga penutupan pekan lalu US$ 52,61 per barel.  Harga minyak brent untuk pengiriman Februari 2019 di ICE Futures pun kemarin turun 2,76%.

Menteri Minyak Irak Thamer Ghadhban mengatakan bahwa penurunan harga minyak akan terhenti dan harga akan naik perlahan. Dia menambahkan bahwa kalau OPEC tidak memangkas produksi, harga minyak bisa merosot ke kisaran US$ 45 per barel hingga US$ 50 per barel.

Ghadhban mengatakan bahwa penurunan ekspor Irak yang terjadi belakangan karena faktor cuaca. "Target kami mencapai kapasitas ekspor 6,5 juta barel per hari, tapi melalui beberapa tahapan," kata dia.

Meski ada pemangkasan dari sisi pasokan, permintaan minyak pun diperkirakan turun seiring perlambatan pertumbuhan ekonomi global. "Kekhawatiran pada ekonomi global dan prospek permintaan minyak menjadi faktor negatif bagi pasar," kata John Kilduff, partner Again Capital Management kepada Reuters.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×