kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga minyak stagnan di sekitar US$ 51 per barel


Selasa, 11 Desember 2018 / 07:36 WIB
ILUSTRASI. Harga minyak


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak flat pada awal perdagangan hari ini. Selasa (11/12) pukul 7.21 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari 2019 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 51 per barel, sama dengan harga penutupan Senin.

Kemarin, harga minyak acuan AS ini merosot 3,06% dari harga penutupan pekan lalu US$ 52,61 per barel.  Harga minyak brent untuk pengiriman Februari 2019 di ICE Futures pun kemarin turun 2,76%.

Menteri Minyak Irak Thamer Ghadhban mengatakan bahwa penurunan harga minyak akan terhenti dan harga akan naik perlahan. Dia menambahkan bahwa kalau OPEC tidak memangkas produksi, harga minyak bisa merosot ke kisaran US$ 45 per barel hingga US$ 50 per barel.

Ghadhban mengatakan bahwa penurunan ekspor Irak yang terjadi belakangan karena faktor cuaca. "Target kami mencapai kapasitas ekspor 6,5 juta barel per hari, tapi melalui beberapa tahapan," kata dia.

Meski ada pemangkasan dari sisi pasokan, permintaan minyak pun diperkirakan turun seiring perlambatan pertumbuhan ekonomi global. "Kekhawatiran pada ekonomi global dan prospek permintaan minyak menjadi faktor negatif bagi pasar," kata John Kilduff, partner Again Capital Management kepada Reuters.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×