kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Harga Minyak Naik Tipis, Ketegangan AS-Iran Berlanjut di Tengah Lesunya Permintaan


Kamis, 13 Agustus 2026 / 05:06 WIB
Harga Minyak Naik Tipis, Ketegangan AS-Iran Berlanjut di Tengah Lesunya Permintaan
ILUSTRASI. Harga Minyak - Kilang (REUTERS/Oscar Martinez)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga minyak dunia menguat tipis pada perdagangan Rabu (12/8/2026), tetapi kenaikannya tertahan oleh prospek permintaan global yang semakin lemah.

Pasar masih mencermati kebuntuan pembicaraan Amerika Serikat (AS) dan Iran serta serangkaian serangan terhadap kapal di jalur pelayaran penting Timur Tengah.

Harga minyak Brent untuk pengiriman berikutnya ditutup naik 7 sen menjadi US$ 88,98 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga naik 7 sen ke US$ 83,27 per barel.

Baca Juga: Harga Minyak Alami Kenaikan Usai AS-Iran Saling Gertak

Ketidakpastian terkait konflik AS-Iran menjadi penopang harga. Seorang sumber senior Iran mengatakan tidak ada pembicaraan antara Teheran dan Washington untuk memperpanjang gencatan senjata karena dari perspektif Iran kesepakatan tersebut belum memiliki tanggal mulai.

"Pasar semakin meragukan kesepakatan dapat segera tercapai untuk meredakan gangguan arus minyak atau mencegah konflik kembali meningkat," kata Simon-Peter Massabni, Head of Business Development XS.com.

Kekhawatiran pasokan juga meningkat setelah AS dan kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran melaporkan serangan terpisah terhadap kapal di Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb.

Kedua jalur tersebut merupakan rute penting bagi perdagangan minyak dan gas dari Timur Tengah. Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz bahkan turun ke level terendah dalam sepekan, hanya delapan kapal pada Selasa. Sebelum perang, sekitar 125-140 kapal melintasi jalur tersebut setiap hari.

Baca Juga: Harga Minyak Turun Tipis, Harapan Damai Iran Redakan Ketegangan Pasokan Global

Namun, tekanan geopolitik tersebut tertahan oleh prospek permintaan minyak yang semakin suram. Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia 2026 menjadi 580.000 barel per hari (bph).

Badan Energi Internasional (IEA) bahkan memperkirakan permintaan minyak tahun ini menyusut 1,6 juta bph. Di sisi lain, IEA memproyeksikan pasokan turun lebih besar, yakni sekitar 4,3 juta bph, sehingga pasar minyak diperkirakan mengalami defisit sekitar 1,27 juta bph pada 2026.

Manajer portofolio Gabelli, Simon Wong, menilai penurunan proyeksi permintaan tidak mengejutkan. Kilang, terutama di Asia, kesulitan memperoleh minyak mentah akibat gangguan di Selat Hormuz sehingga memangkas aktivitas pengolahan.

"Pertanyaannya, setelah perang berakhir, seberapa besar permintaan itu akan kembali? Saya rasa tidak semuanya," ujar Wong.

Baca Juga: Harga Minyak Naik 2% Pasca AS dan Iran Memperpanjang Perundingan Hingga Pekan Depan

Dari Amerika Serikat, tekanan terhadap harga minyak juga datang dari kenaikan persediaan. Data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan stok minyak mentah AS secara tak terduga meningkat pekan lalu dan mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak Januari 2023.

Kenaikan stok terutama dipicu oleh lemahnya ekspor minyak mentah AS serta lonjakan impor. Kondisi ini menambah sinyal bahwa permintaan dan aktivitas perdagangan minyak masih menghadapi tekanan, meski risiko gangguan pasokan akibat konflik Timur Tengah tetap menjadi faktor utama yang menjaga harga bertahan di level tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×