kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Harga minyak naik, rupiah berpotensi menguat besok


Selasa, 01 September 2020 / 19:45 WIB
ILUSTRASI. Karyawan money changer menghitung pecahan 100 dollar US di salah satu money changer di Jakarta


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu (2/9) berpotensi untuk menguat. Adapun penopang perdagangan besok diyakini datang dari sentimen eksternal.

Mengutip Bloomberg, pada perdagangan Selasa (1/9) kurs rupiah tercatat melemah tipis 0,07% ke Rp 14.573 per dolar AS. Sementara itu, pada kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah ditutup melemah 61 poin atau 0,42% ke level Rp 14.615 per dolar AS dibandingkan perdagangan hari sebelumnya Rp 14.554 per dolar AS.

Baca Juga: Rupiah melemah 0,07% ke Rp 14.573 per dolar AS di akhir perdagangan Selasa (1/9)

Head of Economics Research Pefindo Fikri C Permana mengatakan, pergerakan mata uang Garuda berpotensi terapresiasi pada perdagangan Rabu (2/9). Proyeksi tersebut berkaca dari harga minyak dunia yang mulai meningkat di perdagangan Selasa (1/9) sore. 

"Saya harap rupiah juga akan mengikutinya dengan apresiasi di perdagangan esok hari," kata Fikri kepada Kontan.co.id, Selasa (1/9). 

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan harga minyak jenis WTI tercatat naik 1,13% ke level US$ 43,09 per barel, sedangkan untuk jenis Brent Crude Oil tercatat naik 1,26% level US$ 45,85 per barel. 

Untuk perdagangan Rabu (2/9), Fikri memperkirakan pergerakan rupiah bakal menguat di rentang harga Rp 14.440 per dolar AS hingga Rp 14.640 per dolar AS.

Baca Juga: Jelang siang, rupiah betah melemah 0,24% ke Rp 14.598 per dolar AS

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×