kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Harga Minyak Naik pada Senin (5/1) Pagi, Pasar Menimbang Ketegangan Venezuela-AS


Senin, 05 Januari 2026 / 07:32 WIB
Harga Minyak Naik pada Senin (5/1) Pagi, Pasar Menimbang Ketegangan Venezuela-AS
ILUSTRASI. Harga minyak WTI naik tipis pada 5 Januari 2026, pedagang pertimbangkan dampak penangkapan Maduro Venezuela terhadap pasokan global. (REUTERS/Liz Hampton)


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak naik tipis pada perdagangan awal pekan ini, Senin (5/1/2026). Pukul 07.20 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari 2026 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 57,38 per barel, naik tipis 0,1% dari akhir pekan lalu yang ada di US$ 57,32 per barel.

Mengutip Bloomberg, harga minyak naik tipis dan cenderung bergerak fluktuatif karena para pedagang mempertimbangkan dampak penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh AS terhadap pasokan minyak mentah global dan dampaknya ke sektor energi negara tersebut.

Terlepas dari gejolak selama akhir pekan di Venezuela, produsen minyak anggota OPEC tersebut hanya menyumbang sebagian kecil dari pasokan global. Di sisi lain, pasar juga sudah bergulat dengan kelebihan pasokan minyak global.

Baca Juga: Rupiah Berpeluang Menguat pada Senin (5/1/2026), Cermati Sentimen Pendorongnya

"Gangguan jangka pendek apapun terhadap produksi Venezuela dapat dengan mudah diimbangi oleh peningkatan produksi di tempat lain," tulis kepala ekonom grup Capital Economics Ltd Neil Shearing seperti dikutip Bloomberg.

"Kami memperkiraan pertumbuhan pasokan global selama satu tahun ke depan akan mendorong harga minyak turun mendekati US$ 50 per barel."

Venezuela pernah menjadi negara penghasil minyak yang sangat besar, tetapi produksi negara itu telah merosot selama dua dekade terakhir dan sekarang hanya mewakili kurang dari 1% pasokan global.

Baca Juga: AS Serang Venezuela, Apa Dampaknya terhadap Harga Minyak Dunia?

Sementara itu, pada konferensi video yang digelar pada Minggu (4/1/2026) OPEC+ tetap berpegang pada rencana untuk jeda kenaikan pasokan pada kuartal pertama tahun ini. OPEC+ tidak membahas Venezuela selama konferensi tersebut dan menilai masih terlalu dini untuk menanggapi situasi yang sedang berkembang.

Terlepas dari serangan AS, infrastruktur minyak Venezuela termasuk pelabuhan Jose dan kilang Amuay serta daerah penghasil minyak utama di Sabuk Orinoco tetap berfungsi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×