kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Harga minyak naik, Medco Energi (MEDC) berpotensi perbaiki kinerja di kuartal keempat


Senin, 21 Desember 2020 / 13:19 WIB
Harga minyak naik, Medco Energi (MEDC) berpotensi perbaiki kinerja di kuartal keempat
ILUSTRASI. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) bisa sedikit bernafas lega setelah harga minyak dunia naik.


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) bisa sedikit bernafas lega setelah harga minyak dunia naik. Dengan membaiknya harga minyak, kinerja MEDC pun ikut terangkat.

Pada kuartal ketiga 2020, MEDC membukukan pendapatan sebesar US$ 241 juta atau turun 8% secara kuartalan. Kendati demikian, dari sisi bottom line, MEDC berhasil mengempiskan kerugian menjadi US$ 31,9 juta, dibanding kuartal kedua 2020 yang rugi US$ 68,2 juta. 

Analis Sucor Sekuritas Hasan Barakwan dalam risetnya pada 1 Desember 2020 menuliskan, membaiknya kinerja bottom line MEDC tidak terlepas dari realisasi harga minyak dunia yang lebih tinggi pada kuartal ketiga 2020. Pada periode tersebut, harga jual rata-rata minyak telah naik 52% secara kuartalan dari U$ 26,8 per barel menjadi US$ 40,6 per barel.

“Hal ini sejalan dengan pemulihan baik dari sisi permintaan maupun pasokan minyak dunia pada periode tersebut. Dengan terus membaiknya harga minyak selepas kuartal ketiga 2020, besar kemungkinan, harga jual rata-rata minyak akan kembali mengalami perbaikan pada kuartal keempat 2020. Kinerja MEDC pada sisa akhir tahun ini pun bisa semakin membaik,” tulis Hasan dalam risetnya.

Baca Juga: Harga Minyak Naik, Simak Rekomendasi Analis untuk Saham ELSA, ENRG, MEDC, dan AKRA

Sementara untuk tahun depan, Hasan merevisi harga jual rata-rata minyak dunia dari semula US$ 50 per barel menjadi US$ 60 per barel. Dia menilai, anggota OPEC+ akan memperpanjang kebijakan pemangkasan produksi hingga tahun depan sebagai upaya mendukung harga minyak di tengah periode melambatnya permintaan.

Selain itu, Hasan melihat, meski terjadi lonjakan kasus positif virus corona dalam beberapa minggu terakhir, permintaan terhadap minyak berpotensi berada dalam jalur peningkatan ke depannya karena inventori minyak sudah mulai berkurang sejak berada di level tertingginya pada musim panas kemarin.

Secara total, stok bensin dan diesel di Amerika Serikat memang sempat berada di atas rata-rata dalam lima tahun terakhir. Namun, untuk saat ini, kondisi oversupply perlahan sudah mulai turun, bahkan sedang dalam fase penurunan tercepatnya sejak lockdown pada Juni-Juli silam. Hasan memperkirakan tren ini akan terus berlanjut pada tahun depan.

Baca Juga: Tak surut karena pandemi, Medco (MEDC) tetap gencar ekspansi sektor energi

Sementara analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji juga sependapat bahwa tren positif minyak dunia berpotensi berlanjut kembali pada tahun depan. Faktor pendorongnya adalah permintaan terhadap minyak yang akan membaik seiring dengan pulihnya ekonomi global dan aktivitas ekonomi yang kembali bergerak. Ditambah lagi, OPEC+ masih menunjukkan komitmennya untuk tetap menstabilkan harga minyak dunia.

“Anggota OPEC+ kemungkinan besar ke depan masih akan melanjutkan pemangkasan produksi. Hal ini pada akhirnya akan membuat harga jual rata-rata minyak dunia akan tembus US$ 50 per barel pada tahun depan,” kata Nafan kepada Kontan.co.id, Minggu (20/12).

Nafan pun menilai, setiap ada tren kenaikan harga minyak dunia memang identik dengan kenaikan harga saham emiten sektor perminyakan. Begitupun dari sisi kinerjanya, yang juga akan ikut membaik. Dus, Nafan optimistis tahun depan secara umum akan menjadi tahun yang lebih baik untuk emiten sektor perminyakan, termasuk MEDC.

Lebih lanjut, Hasan memperkirakan, pada tahun ini Medco Energi akan membukukan pendapatan sebesar US$ 1,25 miliar dengan membukukan kerugian sebesar US$ 120 juta. Sementara untuk tahun depan, proyeksi Hasan, MEDC akan kantongi pendapatan US$ 1,62 miliar dengan laba bersih US$ 58 juta.

Baca Juga: Harga minyak dunia mulai melambung, simak saham emiten minyak rekomendasi analis

Sebagai informasi, hingga 9M20, MEDC mencatatkan pendapatan sebesar US$ 792,89 juta atau turun 18,27 yoy. Lalu dari sisi bottom line, MEDC mencatatkan kerugian US$ 130,12 juta, padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya, masih mencatatkan laba bersih US$ 19,27 juta.

Adapun, untuk rekomendasi MEDC, target harga baik dari Hasan maupun Nafan sudah terlewati, masing-masing Rp 615 dan Rp 620 per saham. Pada saat tulisan ini ditulis, saham MEDC diperdagangkan menguat 1,5% ke Rp 675 dari penutupan Jumat (18/12) yang berada di Rp 665 per saham.

Baca Juga: Medco Energi Internasional (MEDC) Membidik Blok Migas Pertamina

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×