kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Harga minyak mentah turun lebih dari 2% setelah OPEC+ tunda pertemuan hari ini


Senin, 06 April 2020 / 19:21 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi harga minyak turun


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, Moskow siap berkoordinasi dengan negara-negara pengekspor minyak lainnya untuk membantu menstabilkan pasar dan bahwa pertemuan OPEC+ ditunda karena alasan teknis.

OPEC+ sedang mengerjakan kesepakatan untuk memangkas produksi sekitar 10% dari pasokan dunia, atau 10 juta barel per hari (bph), dalam apa yang negara-negara anggota harapkan sebagai upaya global yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Tetapi kepala pasar minyak Rystad Energy Bjornar Tonhaugen bilang, bahkan jika kelompok itu setuju untuk memotong hingga 15 juta barel per hari, "itu hanya akan cukup untuk menggaruk permukaan dari lebih dari 23 juta barel per hari persediaan yang diperkirakan akan meningkat untuk April 2020".

Baca Juga: Harga minyak anjlok, di tengah penundaan rilis harga internasional oleh Arab Saudi

Sentimen terangkat oleh keputusan Arab Saudi untuk menunda melepaskan harga jual minyak mentah resminya ke hari Jumat, sambil menunggu hasil pertemuan OPEC+.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, dia akan mengenakan tarif pada impor minyak mentah jika diperlukan untuk melindungi pekerja energi AS setelah harga minyak mentah jatuh.

Semangat investor di zona euro jatuh ke level terendah sepanjang masa di bulan April dan ekonomi blok sedang dalam resesi mendalam karena virus corona baru, sebuah survei menunjukkan pada hari Senin.

"Di mana pun Anda melihat, narasinya sama: ekonomi global berada dalam resesi yang menyakitkan," kata Stephen Brennock dari broker minyak PVM. "Ketika OPEC+ merenungkan pembatasan pasokan baru, Anda tidak bisa tidak berpikir bahwa pasar minyak akan terus berada di bawah kekuasaan pandemi virus corona."

Baca Juga: Arab Saudi tunda penetapan harga jual resmi (OSP) minyak Mei hingga pertemuan OPEC+

Pasar juga ketakutan ketika Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan pada hari Senin bahwa 78 kasus asimptomatik baru telah diidentifikasi pada akhir hari pada hari Minggu, dibandingkan dengan 47 hari sebelumnya.

Pasien tanpa gejala, yang tidak menunjukkan gejala tetapi masih dapat menularkan virus kepada orang lain, telah menjadi perhatian utama China setelah langkah-langkah pengendalian yang ketat berhasil memotong tingkat infeksi secara keseluruhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×