kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Harga minyak mentah terus melemah, Brent turun 0,7% dan WTI jatuh 1,5%


Rabu, 27 Mei 2020 / 13:45 WIB
ILUSTRASI. Harga minyak turun


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Harga minyak merosot karena kekhawatiran tentang seberapa cepat permintaan bahan bakar akan pulih setelah sejumlah negara melakukan pelonggaran penguncian. Tekanan bagi emas hitam semakin bertambah karena ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan China terkait Hong Kong kian panas.

Mengutip Bloomberg, Rabu (27/5) pukul 13.15 WIB, harga minyak jenis Brent kontrak pengiriman Juli 2020 di ICE Futures turun 26 sen, atau 0,7%, menjadi US$ 35,91 per barel.

Setali tiga uang, harga minyak berjangka jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Juli 2020 turun 52 sen atar 1,5% ke level US$ 33,83 per barel.

Baca Juga: Harga minyak turun setelah mencapai ke level tertinggi dalam dua bulan

Harga minyak sebenarnya sudah perkasa dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini berkat pemangkasan produksi yang dilakukan anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OEC) dan produsen sekutu termasuk Rusia, yang tergabung dalam OPEC+. 

Terbaru, OPEC+ telah memangkas produksinya hingga hampir 10 juta barel per hari pada Mei-Juni untuk menopang harga. Hal ini dilakukan setelah permintaan bahan bakar anjlok akibat kebijakan lockdown yang dilakukan untuk mengendalikan pandemi virus corona. 

Optimisme terhadap lonjakan permintaan minyak kian kuat. Tetapi para analis juga memperingkatkan tentang pemulihan yang masih rapuh untuk saat ini. 

"Perkiraan awal menunjukkan permintaan bensin turun sebanyak 30% dari tahun lalu karena saat ini masyarakat lebih banyak tinggal di rumah," kata ANZ Research dalam sebuah catatan.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×