CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Harga minyak mentah terkerek rencana China membeli lebih banyak minyak dari AS


Senin, 17 Agustus 2020 / 11:52 WIB
ILUSTRASI. Harga minyak mentah naik


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga minyak mentah menguat pada perdagangan hari ini karena rencana China untuk membeli minyak mentah Amerika Serikat (AS) dalam jumlah besar pada bulan Agustus dan September. Hal ini berhasil menghadang kekhawatiran atas perlambatan dalam pemulihan permintaan setelah pandemi virus corona dan peningkatan pasokan minyak mentah.

Mengutip Reuters, Senin (17/8) pukul 11.15 WIB, harga minyak mentah jenis Brent kontrak pengiriman Oktober 2020 menguat 30 sen atau 0,7% menjadi US$ 45,10 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman September 2020 naik 34 sen atau 0,8% ke US$ 42,35 per barel.

Sentimen positif bagi harga minyak mentah datang setelah perusahaan minyak milik pemerintah China secara tentatif telah memesan kapal tanker untuk mengangkut setidaknya 20 juta barel minyak mentah AS untuk Agustus dan September. 

Baca Juga: Menguat, kenaikan harga minyak tertahan penyebaran virus corona

Akhir pekan lalu, Reuters mengungkapkan bahwa China meningkatkan pembelian untuk sektor energi dan pertanian menjelang peninjauan kesepakatan perdagangan antara China dan AS.

Rekor impor minyak mentah dari importir utama dunia dan pelonggaran pembatasan Covid-19 secara global telah mendukung harga minyak, meskipun gelombang baru wabah virus corona di beberapa negara diperkirakan akan mendinginkan konsumsi minyak lagi. 

"Data permintaan minyak sebagian besar positif pekan lalu, dengan permintaan bensin tersirat AS naik menjadi hanya 3,5% dari tingkat sebelum virus corona dan angka minyak mentah olahan China pada Juli di rekor tertinggi," kata Howie Lee, ekonom OCBC Singapura.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×