kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.146   21,00   0,12%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Harga Minyak Mentah Naik 3% Pagi Ini, OPEC+ Pertimbangkan Pemangkasan Produksi


Senin, 03 Oktober 2022 / 07:48 WIB
ILUSTRASI. Kilang minyak mentah


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak mentah melonjak lebih dari 3% pada awal perdagangan Asia pada Senin (3/10). OPEC+ mempertimbangkan untuk memangkas produksi hingga 1 juta barel per hari pada pertemuan minggu ini untuk mendukung pasar  minyak.

Melansir Reuters, harga minyak mentah Brent rebound US$2,82 atau 3,3% menjadi US$87,96 per barel pada 2337 GMT setelah turun 0,6% pada hari Jumat.

Sedangkan, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di US$82,09 per barel naik US$2,60 atau 3,3% menyusul penurunan 2,1% pada sesi sebelumnya.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Ditutup Melemah Usai Brent Capai US$ 90 Per Barel

Harga minyak telah jatuh selama empat bulan berturut-turut sejak Juni karena penguncian Covid-19 di China. Sementara kenaikan suku bunga dan penguatan dolar AS membebani pasar keuangan global.

Untuk mendukung harga, Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, sedang mempertimbangkan pengurangan produksi sebesar 0,5 juta hingga 1 juta barel per hari menjelang pertemuan hari Rabu, sumber OPEC+ mengatakan kepada Reuters.

Ini akan menjadi pemotongan bulanan kedua berturut-turut OPEC+ setelah mengurangi produksi sebesar 100.000 bph bulan lalu.

"Apa pun yang kurang dari 500kb/hari akan diabaikan oleh pasar. Oleh karena itu, kami melihat peluang signifikan dari pemotongan sebesar 1mb/hari," kata analis ANZ dalam sebuah catatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×