kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Harga Minyak Mentah Naik 3% Pagi Ini, OPEC+ Pertimbangkan Pemangkasan Produksi


Senin, 03 Oktober 2022 / 07:48 WIB
ILUSTRASI. Kilang minyak mentah


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak mentah melonjak lebih dari 3% pada awal perdagangan Asia pada Senin (3/10). OPEC+ mempertimbangkan untuk memangkas produksi hingga 1 juta barel per hari pada pertemuan minggu ini untuk mendukung pasar  minyak.

Melansir Reuters, harga minyak mentah Brent rebound US$2,82 atau 3,3% menjadi US$87,96 per barel pada 2337 GMT setelah turun 0,6% pada hari Jumat.

Sedangkan, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di US$82,09 per barel naik US$2,60 atau 3,3% menyusul penurunan 2,1% pada sesi sebelumnya.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Ditutup Melemah Usai Brent Capai US$ 90 Per Barel

Harga minyak telah jatuh selama empat bulan berturut-turut sejak Juni karena penguncian Covid-19 di China. Sementara kenaikan suku bunga dan penguatan dolar AS membebani pasar keuangan global.

Untuk mendukung harga, Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, sedang mempertimbangkan pengurangan produksi sebesar 0,5 juta hingga 1 juta barel per hari menjelang pertemuan hari Rabu, sumber OPEC+ mengatakan kepada Reuters.

Ini akan menjadi pemotongan bulanan kedua berturut-turut OPEC+ setelah mengurangi produksi sebesar 100.000 bph bulan lalu.

"Apa pun yang kurang dari 500kb/hari akan diabaikan oleh pasar. Oleh karena itu, kami melihat peluang signifikan dari pemotongan sebesar 1mb/hari," kata analis ANZ dalam sebuah catatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×