kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.679   35,74   0,63%
  • KOMPAS100 733   5,57   0,77%
  • LQ45 557   4,21   0,76%
  • ISSI 198   1,08   0,55%
  • IDX30 316   1,61   0,51%
  • IDXHIDIV20 389   -0,24   -0,06%
  • IDX80 83   0,60   0,73%
  • IDXV30 106   -0,43   -0,41%
  • IDXQ30 102   0,23   0,23%

Harga minyak mentah dunia kembali seret


Rabu, 22 April 2015 / 20:27 WIB
ILUSTRASI. Petugas menunjukkan uang dolar AS dan uang rupiah di salah satu kantor cabang PT. Bank Mandiri Persero Tbk, Jakarta, Selasa (31/1/2023). Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta merosot 33 poin atau 0,22 persen ke posisi Rp15.003 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.970 per dolar AS. ANTARA FOTO/Reno Esnir/tom.


Reporter: Widiyanto Purnomo | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Harga minyak kembali terseret. Stok minyak Amerika Serikat yang diprediksi kembali normal dan meredanya konflik timur tengah membuat harga komoditas ini turun.

Mengutip Bloomberg Rabu (22/4) sore hari, minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman bulan Juni di New York Mercantile Exchange senilai US$ 56,10 per barel, turun 0,90% dibandingkan hari sebelumnya. Selama sepekan harga minyak turun 2,75%.

Pasar mengantisipasi data pertambahan stok minyak AS yang dirilis Rabu (22/4) malam. Diprediksi pertambahan stok minyak AS per minggu ke tiga bulan April sebanyak 2,7 juta barel, adapun pada minggu sebelumnya pertambahan stok minyak AS sebesar 1,3 juta barel.

Stok minyak AS pun mendekati rekor. Berdasarkan data Energy Information Administration (EIA) AS stok Stok minyak AS sampai (10/4) naik menjadi 483,7 juta barel, ini merupakan level tertinggi dalam data mingguan EIA yang dirilis sejak Agustus 1982.

Analis PT Monex Investindo, Albertus Christian mengatakan kenaikan pertambahan stok minyak AS mengindikasikan laju pertumbuhan output produksi minyak AS yang mulai normal. “Kecemasan pasar terhadap lemahnya output minyak AS mereda,” kata dia.

Turunnya harga minyak juga dikontribusi oleh faktor geopolitik. Pasalnya konflik timur tengah mereda, ini ditandai pernyataan Arab Saudi pada selasa (21/4) yang akan menyetop serangan udara terhadap pemberontak Yaman

Christian menilai kenaikan harga minyak sebanyak US$ 10 dari harga terendah US$ 47, dari awal bulan April ditopang oleh dua menyusutnya output produksi minyak AS dan memanasnya konflik timur tengah. “Namun sekarang kondisi berbalik, inilah yang menyebabkan harga minyak cenderung terkoreksi,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×