kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.973.000   129.000   4,54%
  • USD/IDR 16.807   4,00   0,02%
  • IDX 8.147   24,12   0,30%
  • KOMPAS100 1.146   9,03   0,79%
  • LQ45 833   9,07   1,10%
  • ISSI 287   -1,72   -0,60%
  • IDX30 433   3,38   0,79%
  • IDXHIDIV20 520   5,37   1,04%
  • IDX80 128   1,27   1,00%
  • IDXV30 142   0,85   0,61%
  • IDXQ30 140   0,75   0,54%

Harga minyak menguat lebih dari 1% berkat optimisme pemulihan ekonomi global


Selasa, 09 Juni 2020 / 08:56 WIB
Harga minyak menguat lebih dari 1% berkat optimisme pemulihan ekonomi global
ILUSTRASI. Harga minyak jenis Brent dan WTI kembali naik di atas 1%


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru, t\hasil survei memperlihatkan, stok minyak mentah AS diperkirakan turun 1,5 juta barel pada pekan yang berakhir 5 Juni. American Petroleum Institute sendiri baru akan merilis data stok minyak AS pada hari ini waktu setempat. 

Enam analis memperkirakan persediaan bensin turun sekitar 100.000 barel dalam sepekan hingga 5 Juni. Namun, mereka memperkirakan cadangan distilasi, termasuk diesel dan minyak pemanas, naik 2,9 juta barel.

"Anda mendapatkan permintaan pulih secara bertahap tetapi terus-menerus. Namun masih ada kelebihan pasokan yang besar, sehingga OPEC dan sekutu perlu mengendalikan produksi minyak yang masuk ke pasar. Tapi itu sulit," kata Lachlan Shaw, Head of Commodity Research National Australia Bank.

Baca Juga: OPEC+ sepakat perpanjang pemangkasan produksi, harga minyak kompak naik 2% hari ini

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), Rusia dan produsen lainnya, sebuah kelompok yang disebut OPEC+, pada akhir pekan lalu sudah setuju perpanjangan rekor penuruna produksi 9,7 juta barel per hari (bph) selama satu bulan hingga Juli.

Namun, Arab Saudi mengatakan, bahwa pihaknya dan sekutu utamanya, Kuwait dan Uni Emirat Arab, tidak akan memperpanjang tambahan pemotongan produksi 1,18 juta bph pada bulan Juli.

Asal tahu saja, pada bulan Mei dan Juni, ketiga negara OPEC tersebut sepakat menambah pemangkasan produksi secara sukarela, diluar kewajiban pemotongan wajib yang ada di OPEC+. 

Padahal, di saat yang sama dengan rencana ketiga negara tersebut, Libya, yang telah keluar dari pasar sejak Januari, telah kembali berproduksi.

"Profil tentang bagaimana pasokan memulai kembali dan bagaimana hal itu sesuai dengan permintaan yang tumbuh, itu akan menjadi tali pengikat yang harus dilalui pasar dalam beberapa bulan mendatang dan mungkin ke tahun depan," pungkas Shaw.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×