kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Harga minyak menguat 2,8% setelah WTI nyaris cetak rekor terendah dalam 20 tahun


Kamis, 16 April 2020 / 08:38 WIB
ILUSTRASI. harga minyak jenis WTI nyaris mencetak rekor terburuk dalam 20 tahun pada sesi perdagangan Rabu (15/4)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

Angka itu jauh di atas pengurangan produksi yang dicanangkan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen sekutu termasuk Rusia, sebuah kelompok yang dikenal OPEC +. 

Sebelumnya, OPEC+ telah sepakat untuk mengurangi produksi sebesar 9,7 juta barel per hari, sementara berharap-untuk pemotongan 10 juta barel per hari dari negara lain termasuk Amerika Serikat dapat menurunkan produksi sebesar 20 juta barel per hari.

"Penyimpanan besar-besaran, memang memberikan beberapa dukungan harga karena bayangan terhadap lebih banyak penutupan sumur yang secara efektif memangkas pasokan AS," kata Stephen Innes, kepala strategi pasar global di AxiCorp.

Pekan lalu, Energy Information Administration (EIA) mengatakan produksi AS diperkirakan akan turun 470.000 barel per hari.

Baca Juga: Harga emas kembali turun karena resesi ekonomi masih bisa terjadi

Beberapa negara juga telah berkomitmen untuk meningkatkan pembelian minyak untuk stok strategis mereka, tetapi ada batasan fisik berapa banyak minyak dapat dibeli.

"Penggunaan cadangan minyak bumi strategis di Cina, India, Korea Selatan, dan AS dapat menambah sekitar 200 juta barel penyimpanan sementara, tetapi ini hanya membeli ruang gerak beberapa bulan," kata Innes.

Pemotongan lebih lanjut untuk produksi akan diperlukan "untuk menghindari jatuhnya harga minyak lagi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×