kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Harga minyak menguat 2,8% setelah WTI nyaris cetak rekor terendah dalam 20 tahun


Kamis, 16 April 2020 / 08:38 WIB
ILUSTRASI. harga minyak jenis WTI nyaris mencetak rekor terburuk dalam 20 tahun pada sesi perdagangan Rabu (15/4)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Harga minyak mentah naik pada Kamis (16/4) setelah harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) menyentuh level terendahnya dalam hampir 20 tahun di sesi sebelumnya.

Kenaikan harga terjadi di tengah harapan bahwa peningkatan besar dalam inventaris AS dapat berarti produsen memiliki sedikit pilihan selain memperdalam penurunan produksi karena permintaan ambruk akibat pandemi virus corona. 

Mengutip Reuters, Kamis (16/4) pukul 08.15 WIB, harga minyak mentah jenis Brent kontrak pengiriman Juni 2020 di ICE Futures naik 69 sen, atau 2,5%, pada $ 28,38 per barel. 

Sementara harga minyak jenis WTI kontrak pengiriman Mei 2020 di Nymex naik 56 sen, atau 2,8%, menjadi US$ 20,43 per barel.

Baca Juga: Harga minyak mentah AS merosot ke level terendah 18 tahun, ini pemicunya

Dengan data resmi menunjukkan persediaan AS melonjak paling tinggi dalam catatan. Ini membuat WTI jatuh pada hari Rabu (15/4) ke level terendah sejak Februari 2002, dengan Brent merosot lebih dari 6%.

Angka-angka tersebut mengikuti laporan dari Badan Energi Internasional (IEA) bahwa perkiraan permintaan minyak akan turun 29 juta barel per hari (bph) pada bulan April, ke level terendah dalam 25 tahun, dan sedikit di bawah 30% dari permintaan global sebelum wabah virus corona.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×