kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.564   166,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Harga Minyak Melorot di Tengah Kekhawatiran Lonjakan Covid-19 di China


Rabu, 28 Desember 2022 / 14:59 WIB
Harga Minyak Melorot di Tengah Kekhawatiran Lonjakan Covid-19 di China
ILUSTRASI. Pompa minyak di Kanada. REUTERS/Todd Korol


Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga minyak turun di tengah kekhawatiran bahwa meningkatnya kasus COVID-19 di China yang merupakan importir minyak utama dunia, akan mengganggu pemulihan ekonomi negara tersebut.

Harga minyak Brent berjangka untuk pengiriman Februari turun 68 sen, atau 0,8%, menjadi US$ 83,65 per barel, pada 0710 GMT. Sementara harga minyak mentah AS turun 46 sen, atau 0,6%, menjadi US$ 79,07 per barel.

Kedua tolok ukur harga minyak ini sebelumnya naik ke level tertinggi dalam tiga minggu pada hari Selasa di tengah harapan untuk meningkatkan permintaan bahan bakar setelah China mengatakan akan berhenti mewajibkan pelancong masuk untuk melakukan karantina mulai dari 8 Januari.

Tetapi belakangan, rumah sakit di China telah berada di bawah tekanan kuat karena lonjakan infeksi COVID-19.

Baca Juga: Harga Emas Spot Bergerak Terbatas pada Level US$1.811,20 pada Rabu (28/12)

"Bahkan setelah China melonggarkan pembatasan COVID, permintaan minyak sulit untuk pulih dalam waktu singkat karena penurunan aktivitas luar ruangan terjadi dengan cepat karena infeksi kian masif," kata Leon Li, analis di CMC Markets.

Di sisi lain, AS sebelumnya bekerja keras untuk melanjutkan operasi di sejumlah fasilitas yang terhenti karena cuaca dingin di sebagian besar negara bagian di negara tersebut. Cuaca buruk juga mengganggu produksi sehingga memangkas produksi minyak dan gas dari North Dakota dan Texas.

Kenaikan harga minyak juga didukung oleh berita bahwa Rusia berencana melarang penjualan minyak ke negara-negara yang mematuhi batas harga G7 yang diberlakukan pada 5 Desember.

"Namun meski larangan Rusia atas penjualan minyak akan memangkas pasokan, hal ini akan diimbangi oleh permintaan yang lebih rendah karena potensi resesi ekonomi global tahun depan," tambah Li.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×