kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 -1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Minyak Melemah Setelah Lonjakan Awal Pekan Akibat Konfilik Timur Tengah


Rabu, 11 Oktober 2023 / 12:24 WIB
Harga Minyak Melemah Setelah Lonjakan Awal Pekan Akibat Konfilik Timur Tengah
ILUSTRASI. Harga minyak mentah kembali menguat pada hari ini setelah kemarin koreksi tipis.


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak mentah kembali menguat pada hari ini setelah kemarin koreksi tipis. Rabu (11/10) pukul 12.23 WIB, harga minyak WTI kontrak November 2023 di New York Mercantile Exchange menguat 0,26% ke US$ 86,19 per barel. Kemarin, harga minyak acuan Amerika Serikat (AS) turun 0,47% setelah melonjak 4,34% di awal pekan.

Head Research & Development Deu Calion Futures (DCFX) Paolo Liszman mengungkapkan bahwa penurunan ini terjadi akibat ketegangan di Timur Tengah setelah serangan mendadak Hamas terhadap Israel akhir pekan lalu. Serangan Hamas yang mengejutkan ini telah memunculkan keprihatinan dalam pasar energi, meskipun dampak langsungnya terhadap pasokan minyak terbatas. 

Menurut Paolo, serangan Hamas ke Israel telah menciptakan ketidakpastian baru dalam pasar minyak dunia. "Meskipun serangan ini belum secara langsung memengaruhi pasokan minyak, efeknya terasa dalam bentuk kenaikan harga yang signifikan. Pasar energi tengah menilai risiko pasokan yang terkait dengan perkembangan ini," kata Paolo dalam siaran pers, Rabu (11/10). 

Baca Juga: Investasi Emas saat Krisis Timur Tengah, Pahami Ini Biar Gak Bodong!

Selain itu, ketidakpastian ini semakin diperburuk oleh kemunduran dalam negosiasi diplomatik antara Israel dan Arab Saudi. Sebelumnya, terdapat harapan bahwa negosiasi ini dapat membawa stabilitas di kawasan tersebut. Namun, saat ini, prospek untuk kesepakatan damai tampak semakin jauh.

Ketegangan di Timur Tengah selalu memiliki dampak signifikan pada harga minyak karena kawasan ini adalah salah satu produsen minyak terbesar dunia dan titik fokus bagi pasar energi global. Harga minyak WTI yang naik tajam pada Senin (9/10) mencerminkan reaksi cepat dari pasar terhadap ketidakpastian geopolitik ini.

Meskipun pasar energi tetap waspada terhadap perkembangan ini, beberapa analis juga mencatat bahwa ketidakpastian di Timur Tengah telah menjadi norma selama beberapa tahun terakhir. Ini telah mendorong beberapa produsen minyak untuk meningkatkan kapasitas cadangan dan diversifikasi pasokan mereka sebagai tindakan pencegahan.

Baca Juga: Akibat Perang Israel-Hamas, Mata Uang Safe Haven Diburu Investor

Sementara itu, investor dan pelaku pasar energi akan terus memantau perkembangan di Timur Tengah dan perkembangan negosiasi diplomatik. "Sebagai akibat dari kerentanannya terhadap gejolak regional, harga minyak dunia dapat terus berfluktuasi dalam beberapa waktu ke depan," ucap Paolo. 

Dalam situasi yang terus berubah seperti ini, perlu perhatian dan analisis yang cermat untuk memahami implikasi jangka panjang dari ketegangan di Timur Tengah terhadap pasar minyak dunia. Kesepakatan damai dan stabilitas di kawasan ini tetap menjadi harapan bagi para pelaku pasar yang ingin menghindari gejolak yang dapat memengaruhi pasokan energi global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×