kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Harga Minyak Melanjutkan Koreksi, Investor Cermati Potensi Kelebihan Pasokan


Jumat, 17 Oktober 2025 / 07:36 WIB
Harga Minyak Melanjutkan Koreksi, Investor Cermati Potensi Kelebihan Pasokan
ILUSTRASI. Harga minyak terkoreksi, dan bersiap menuju penurunan mingguan ketiga karena investor fokus pada kelebihan pasokan. REUTERS/Alexander Manzyuk


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak terkoreksi pada perdagangan Jumat (17/10/2025) pagi. Pukul 07.28 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman November 2025 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 57,34 per barel, turun 0,21% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 57,46 per barel.

Harga minyak terkoreksi, dan bersiap menuju penurunan mingguan ketiga karena investor fokus pada kelebihan pasokan dan dampak dari ketegangan perdagangan AS-China.

Mengutip Bloomberg, harga minyak brent berada di dekat level US$ 61 per barel, dan diperkirakan akan mencatat penurunan mingguan sebesar 2,8%. Sedankan harga minyak WTI diperdagangkan di atas level US$ 57 per barel.

Baca Juga: Harga Minyak Anjlok 1% ke Level Terendah 5 Bulan Menjelang Pertemuan Trump dan Putin

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia akan menggelar pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam waktu dua pekan ke depan, untuk membahas upaya mengakhiri perang Ukraina. Hal ini meningkatkan prospek bahwa peningkatan produksi dari anggota OPEC+ akan memperburuk keadaan global.

Harga minyak diperkirakan akan mencatat penurunan mingguan terpanjang sejak Maret, karena investor mengantisipasi meningkatnya ketegangan perdagangan antara China dan AS yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi global dan permintaan energi di kedua negara.

Sementara itu, proyeksi kelebihan pasokan semakin menguat setelah Badan Energi Internasional (IEA) awal pekan ini mengumumkan kenaikan estimasi kelebihan pasokan global tahun depan hampir 20%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×