kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.719   -99,00   -0,56%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Harga minyak gagal rebound


Senin, 07 September 2015 / 19:33 WIB


Reporter: Namira Daufina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Harga minyak mengawali pekan dengan pelemahan lanjutan. Pelaku pasar masih waspada menyusul rencana Venezuela, Rusia dan anggota OPEC lainnya yang direncanakan akan segera melakukan pertemuan membahas pasokan berlebih serta langkah kebijakan moneter The Fed September ini.

Mengutip Bloomberg, Senin (7/9) pukul 19.25 WIB harga minyak kontrak pengiriman Oktober 2015 di bursa New York Merchantile Exchange tercatat menyusut 1,34% ke level US$ 45,43 per barel. Harga ini sudah terkikis 7,66% dalam sepekan terakhir.

Nizar Hilmy, Analis SoeGee menjelaskan tekanan harga minyak memang sedikit mengendur menyusul rilis data tenaga kerja AS yang tidak sesuai prediksi pasar. Serta disusul oleh liburnya pasar Amerika Serikat terkait perayaan Hari Buruh Nasional.

Ditambah lagi, “Venezuela sebagai anggota OPEC berinisiatif untuk mengajak anggota OPEC lainnya melakukan pertemuan guna menstabilkan produksi,” jelas Nizar. Inisiatif ini muncul dari ajakan yang disampaikan oleh Presiden Venezuela Nicolas Maduro, kepada televisi negara Telesur.

Katalis positif lainnya juga sebenarnya datang dari data Baker Hughes Jumat (4/9) lalu yang menyatakan bahwa rig pengeboran aktif AS turun 13 rig menjadi 662 rig sepanjang minggu. Ini merupakan penurunan pertama dalam tujuh minggu terakhir.

“Namun karena pasokan masih tinggi dan ekonomi China belum menunjukkan sinyal membaik, maka harga minyak belum punya peluang menguat,” kata Nizar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×