kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga minyak dunia tetap lesu, kombinasi sentimen ini membayangi


Selasa, 22 Oktober 2019 / 11:50 WIB
ILUSTRASI. FILE PHOTO: A pump jack operates in the Permian Basin oil and natural gas production area near Odessa, Texas, U.S., February 10, 2019. Picture taken February 10, 2019. REUTERS/Nick Oxford/File Photo


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak global sedikit berubah pada perdagangan Selasa (22/10). Kekhawatiran perlambatan ekonomi yang bakal berimbas pada laju permintaan minyak mengimbangi tanda-tanda kemajuan perundingan perdagangan Amerika Serikat (AS)-China.

Mengutip Bloomberg, pukul 11.01 WIB, minyak Brent pengiriman Desember 2019 ke US$ 58,95 per barel atau melemah tipis 0,02%. Pelemahan untuk tiga hari berturut-turut.

Baca Juga: Harga minyak mencoba bangkit di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi global

Sedangkan, minyak West Texas Intermediate (WTI) ke US$ 53,34 per barel atau naik tipis 0,06%. Setelah dua hari berturut-turut bergerak turun.

Presiden AS Donald Trump pada hari Senin (21/10) mengatakan, upaya untuk mengakhiri perang dagang AS dengan China berjalan dengan baik. Rencananya, kesepakatan perundingan dagang bakal ditandatangani bulan depan pada pertemuan puncak APEC.

"Pasar komoditas optimistis dengan tetap hati-hati di tengah tanda-tanda bahwa kesepakatan perdagangan sudah hampir ditandatangani oleh Amerika Serikat dan China," kata bank ANZ dalam sebuah catatan.

Baca Juga: Wall Street menguat terdorong tanda-tanda kemajuan resolusi perang dagang AS-China

"Harga minyak mentah tetap lesu, dengan pelemahan ekonomi yang sedang berlangsung membebani sentimen," tambahnya. Minyak Brent telah jatuh 22% dari puncaknya di bulan April, sementara WTI turun 20%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×