kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.678.000   -14.000   -0,83%
  • USD/IDR 16.585   -130,00   -0,79%
  • IDX 6.271   -214,85   -3,31%
  • KOMPAS100 907   -39,76   -4,20%
  • LQ45 704   -27,76   -3,80%
  • ISSI 197   -7,32   -3,58%
  • IDX30 365   -13,68   -3,62%
  • IDXHIDIV20 445   -14,85   -3,23%
  • IDX80 103   -4,03   -3,77%
  • IDXV30 108   -4,81   -4,27%
  • IDXQ30 120   -4,00   -3,23%

Harga Minyak Dunia Menuju Penurunan Bulanan Pertama Sejak November, Jumat (28/2)


Jumat, 28 Februari 2025 / 11:22 WIB
Harga Minyak Dunia Menuju Penurunan Bulanan Pertama Sejak November, Jumat (28/2)
ILUSTRASI. An oil pump jack pumps oil in a field near Calgary, Alberta, July 21, 2014. Pump jacks are used to pump crude oil out of the ground after an oil well has been drilled. REUTERS/Todd Korol


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak dunia melemah pada perdagangan Jumat (28/2), menuju penurunan bulanan pertama sejak November 2024.

Ketidakpastian terhadap pertumbuhan ekonomi global serta permintaan bahan bakar akibat kebijakan tarif AS dan perlambatan ekonomi menekan sentimen pasar, meskipun ada kekhawatiran terhadap pasokan.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Lebih dari 2%, Usai Trump Cabut Lisensi Chevron di Venezuela

Melansir Reuters, Harga minyak mentah Brent kontrak Mei turun 31 sen atau 0,4% menjadi US$73,26 per barel pada pukul 03.48 GMT.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 31 sen atau 0,4% ke US$70,04 per barel.

Kontrak Brent bulan depan yang akan berakhir pada Jumat diperdagangkan di US$73,69 per barel, turun 35 sen atau 0,5%.

Menurut Tony Sycamore, analis pasar dari IG, kombinasi berbagai faktor, seperti: kekhawatiran perlambatan ekonomi AS, dampak tarif dagang yang diberlakukan Washington rencana OPEC+ untuk meningkatkan produksi mulai April, dan harapan akan perdamaian di Ukraina membuat investor lebih berhati-hati dan mengurangi selera risiko terhadap minyak.

“Satu-satunya faktor penyeimbang adalah harga yang sudah turun cukup dalam. Secara teknikal, WTI memiliki level support kuat di kisaran $65 hingga $70 per barel,” ujar Tony Sycamore.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik 1% Kamis (27/2), Trump Cabut Lisensi Chevron di Venezuela

Presiden AS Donald Trump pada Kamis (27/2) mengumumkan bahwa tarif impor 25% terhadap produk Meksiko dan Kanada akan berlaku mulai 4 Maret, lebih cepat dari yang sebelumnya direncanakan pada 2 April.

Selain itu, tarif tambahan 10% terhadap impor dari China juga akan diterapkan.

Menurut riset BMI dari Fitch, pasar masih berusaha mengukur dampak dari berbagai kebijakan energi yang diumumkan oleh pemerintahan Trump bulan ini.

“Saat ini, kebijakan tarif AS lebih dominan dalam menekan harga minyak,” tulis BMI dalam catatannya.

Selain itu, data ekonomi AS menunjukkan bahwa klaim pengangguran meningkat lebih dari perkiraan, sementara laporan pemerintah lainnya menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi AS melambat di kuartal keempat.

Meski mengalami penurunan bulanan, harga minyak sempat naik lebih dari 2% pada Kamis setelah Presiden Trump mencabut lisensi perusahaan minyak AS Chevron untuk beroperasi di Venezuela.

Baca Juga: Trump Cabut Lisensi Minyak Chevron di Venezuela, Tuduh Maduro Gagal Reformasi Pemilu

Pencabutan lisensi ini dapat memaksa Chevron untuk menegosiasikan kesepakatan baru dengan perusahaan minyak negara Venezuela, PDVSA, agar tetap bisa mengekspor minyak ke tujuan lain selain AS.

Di sisi lain, OPEC+ masih mempertimbangkan apakah akan meningkatkan produksi minyak pada April sesuai rencana, atau mempertahankannya di tengah ketidakpastian pasar akibat sanksi baru AS terhadap Venezuela, Iran, dan Rusia.

“OPEC+ masih berdebat mengenai strategi produksi, terutama dengan adanya sanksi baru dari AS yang memengaruhi keseimbangan pasokan global,” ujar sumber dari OPEC+.

Selanjutnya: 3 Tips Tetap Sehat selama Berpuasa di Bulan Ramadan, Terapkan yuk!

Menarik Dibaca: Pendidikan Akademik dan Spiritual yang Berusaha Diterapkan Madina Islamic

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×