kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Harga minyak dunia anjlok, emiten sektor ini bisa ketiban pulung


Selasa, 21 April 2020 / 19:18 WIB
ILUSTRASI. FILE PHOTO: Flames emerge from flare stacks at Nahr Bin Umar oilfield, north of Basra, Iraq, September 16, 2019. REUTERS/Essam Al-Sudani/File Photo


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

Dus, Stefanus merekomendasikan beli (buy) saham UNTR dengan target harga Rp 23.000.

Untuk diketahui, penyebaran virus Corona (Covid-19) membuat harga minyak dunia semakin merana. Bahkan, pada perdagangan Senin (20/4), harga minyak dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) menyentuh harga minyak terendah sepanjang sejarah. Kemarin, harga minyak untuk pengiriman Mei anjlok ke level US$ -37,63 per barel.

Baca Juga: Harga minyak dunia turun, begini dampaknya pada kinerja Samindo Resources (MYOH)

Frederik menilai, anjloknya harga minyak mentah berkaitan dengan penuhnya tempat penyimpanan di Amerika Serikat (AS) sehingga Negeri Paman Sam tersebut harus melakukan dumping dengan cara menurunkan harga.

Melihat kondisi oversupply ini, Frederik menilai bila negara-negara OPEC+ tidak melakukan pemangkasan produksi maka harga minyak mentah akan terus tertekan di kisaran US$ 22 – US$ 26 per barel.

“Atau bahkan bisa lebih rendah lagi bila kondisi permintaan semakin memburuk,” tutup dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×