kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Harga Minyak Berusaha Rebound Pada Selasa (17/10) Pagi


Selasa, 17 Oktober 2023 / 06:59 WIB
Harga Minyak Berusaha Rebound Pada Selasa (17/10) Pagi
ILUSTRASI. Harga minyak berusaha rebound, namun masih stabil di level US$ 86 per barel pada perdagangan Selasa (17/10) pagi. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak berusaha rebound, namun masih stabil di level US$ 86 per barel pada perdagangan Selasa (17/10) pagi. Pukul 06.50 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman November 2023 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 86,82 per barel, naik 0,18% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 86,66 per barel.

Harga minyak stabil setelah turun lebih dari 1% pada Senin kemarin. 

Mengutip Bloomberg, harga minyak stabil saat Amerika Serikat (AS) mengintensifkan upaya diplomatik untuk mengatasi krisis di Gaza, bahkan ketika Israel memperingatkan akan perang berkepanjangan melawan Hamas.

Baca Juga: Pemerintah akan Cari Sumber Minyak dari Negara Lain, Antisipasi Konflik Timur Tengah

Duta besar Israel untuk AS mengisyaratkan bahwa invasi darat ke Gaza akan dilakukan untuk membalas serangan 7 Oktober. 

Amerika Serikat, yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Antony Blinken telah melakukan serangkaian pertemuan intensif di kawasan untuk berupaya menghentikan eskalasi konflik, terutama dengan Iran.

Sementara itu, di luar wilayah ini, para pedagang minyak mentah memantau perkembangan yang terjadi di Barbados, di mana pemerintah Venezuela mungkin meneken kesepakatan dengan oposisi pada Selasa malam. 

Jika tercapai, perjanjian itu akan membuka jalan bagi AS untuk meringankan sanksi terhadap negara itu, dan berpotensi meningkatkan ekspor minyak Venezuela.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×