kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga jual rata-rata batubara diprediksi turun, emiten masih pasang target awal tahun


Jumat, 29 Mei 2020 / 21:31 WIB
ILUSTRASI. Kapal tongkang pengangkut batubara melintas di Sungai Musi, Palembang,Sumatera Selatan.


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten pertambangan batubara yang sudah merilis laporan keuangan kuartal I-2020 kompak menunjukkan penurunan pendapatan. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) misalnya, mencatatkan penurunan pendapatan 19,2% year on year (yoy), dari US$ 453,03 juta menjadi US$ 365,9 juta.

Kemudian, pendapatan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) merosot 11,3% yoy menjadi US$ 750,47 juta dari sebelumnya US$ 846,48 juta dan pendapatan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terkoreksi 4% yoy menjadi Rp 5,12 triliun. Dari segi laba bersih, ketiga emiten ini juga serentak mencatatkan penurunan dengan kisaran 17%-62% yoy.

Sebagaimana diketahui, kinerja perusahaan batubara sangat dipengaruhi oleh harga global komoditas itu sendiri. Merebaknya pandemi Covid-19 di berbagai belahan dunia sejak pengujung tahun lalu sontak menurunkan konsumsi batubara sehingga turut menurunkan harga jualnya.

Baca Juga: Harga jual batubara diprediksi masih suram, ini penyebabnya menurut analis

Hingga akhir tahun 2020, Analis NH Korindo Sekuritas Meilki Darmawan memprediksi, harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) ITMG, ADRO, dan PTBA akan lebih rendah dari 2019. 

Ia memperkirakan, ASP 2020 ITMG adalah sebesar US$ 61,2 per metrik ton (turun 6% yoy), lalu ASP 2020 ADRO sebesar US$  49,5 per metrik (turun 5% yoy), dan ASP 2020 PTBA sebesar Rp 718.200 per metrik ton (turun 6% yoy).

Perhitungan tersebut didapat dari prediksinya terhadap jumlah  pasokan dan permintaan batubara pada tahun ini. "Menurut saya tidak akan terjadi kenaikan permintaan dan lebih berpotensi untuk turun terus hingga kuartal III-2020," tutur Meilki saat dihubungi Kontan.co.id, Jumat (29/5).

Pasalnya, meski lockdown di China dan beberapa negara lainnya telah dibuka tapi hal tersebut tidak serta merta memulihkan kondisi ekonomi negara-negara tersebut. Terlebih lagi, China berencana untuk mengurangi impor batubara dan memaksimalkan serapan produksi dalam negeri. 

Padahal, menurut Meilki, permintaan batubara dari China berkontribusi sebesar 51% terhadap permintaan batubara dunia.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×