kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga jual batubara diprediksi masih suram, ini penyebabnya menurut analis


Jumat, 29 Mei 2020 / 21:23 WIB
ILUSTRASI. Foto udara tempat penumpukan sementara batu bara di Muarojambi, Jambi.


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Herlina Kartika Dewi

Akan tetapi, perlu diingat bahwa kenaikan permintaan batubara dari pembeli lokal hanya akan mendorong pertumbuhan volume penjualan, bukan harganya. Pasalnya, harga jual acuan komoditas tersebut masih menggunakan harga batubara dunia.

Untuk sektor batubara, Dessy masih memasang rekomendasi underweight karena belum memiliki prospek yang cerah. Ia juga menyarankan, pelaku pasar yang belum punya untuk menghindari saham-saham batubara terlebih dahulu.

Baca Juga: Batubara dan emas mulai atraktif pekan ini, cermati saham-saham berikut

Sementara itu, bagi investor yang sudah memiliki saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), ia menyarankan untuk hold sampai pembayaran dividen selesai. 

Dalam sebulan terakhir hingga perdagangan Jumat (29/5), harga saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tumbuh 5,14% menjadi Rp 1.945 per saham, ADRO melesat 25,71% ke Rp 1.100 per saham, dan ITMG meningkat 17,39% ke Rp 8.100 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×