kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Harga IPO Jaya Trishindo di kisaran Rp 110 hingga Rp 125 per saham


Rabu, 28 Februari 2018 / 11:07 WIB
Harga IPO Jaya Trishindo di kisaran Rp 110 hingga Rp 125 per saham
Penyewaan helikopter PT Jaya Trishindo


Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jaya Trishindo Tbk, perusahaaan penyewaan helikopter berniat untuk melepaskan sebagian saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) lewat skema initial public offering (IPO).

"Kami akan menawarkan sebanyak-banyaknya 250 juta saham baru," kata Edwin Widjaja, Presiden Direktur Jaya Trishindo, Rabu (28/2). Angka ini ekuivalen dengan 30,53% dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan usai penawaran umum.

Jaya Trishindo juga bakalan menerbitkan waran sebanyak-banyaknya 125 juta waran seri I atau ekuivalen dengan 21,97% dari jumlah saham ditempatkan dan disetor. Nantinya, setiap pemegang 2 saham baru perusahaan memperoleh 1 waran seri I secara cuma-cuma.

Sementara itu, UOB Kay Hian Sekuritas didaulat sebagai penjamin pelaksana emisi dari aksi korporasi perusahaan tersebut. Masa penawaran umum akan dilakukan pada tanggal 19-20 Maret 2018.

Rencananya, perusahaan yang kerap disebut sebagai Jati Group ini akan mencatatkan diri di BEI pada tanggal 27 Maret 2018 yang akan datang. Sementara itu, harga penawaran dari aksi korporasi ini adalah sebesar Rp 110 hingga Rp 125 per saham.

Jaya Trishindo akan menggunakan seluruh dana IPO untuk meningkatkan penyertaan di entitas anak. Anak usaha yang dimaksud adalah PT Komala Indonesia yang 99% dimiliki oleh Jaya Trishindo.

Selanjutnya, oleh entitas anak perusahaan tersebut, sebanyak 60% akan digunakan untuk belanja modal sementara sisanya akan digunakan untuk modal kerja. Komala Indonesia bergerak di bidang penyewaan helikopter.

Berdasarkan paparan Jaya Trishindo, perusahaan ini mencatat pendapatan Rp 87,70 miliar dalam sembilan bulan pertama tahun lalu. Angka ini sudah melampaui pendapatan sepanjang tahun 2016 yang sebesar Rp 71,39 miliar.

Pada akhir Spetember tahun lalu, Jati Group memiliki total aset Rp 219,91 miliar. Liabilitas perusahaan ini Rp 162,38 miliar dan ekuitas Rp 57,53 miliar.

Sebelum IPO, komposisi pemegang saham Jaya Trishindo adalah PT Startel Communication dengan kepemilikan 70% dan PT Komala TriVaria 30%. Setelah IPO, kepemilikan saham keduanya akan susut menjadi masing-masing 48,63% dan 20,84%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×