kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.015   52,00   0,29%
  • IDX 5.774   78,50   1,38%
  • KOMPAS100 749   13,86   1,89%
  • LQ45 569   11,92   2,14%
  • ISSI 200   1,33   0,67%
  • IDX30 322   6,75   2,14%
  • IDXHIDIV20 397   7,89   2,03%
  • IDX80 85   1,63   1,95%
  • IDXV30 108   1,54   1,45%
  • IDXQ30 104   1,82   1,78%

Harga emas turun lebih dari 1%, ini penyebabnya


Senin, 01 Juli 2019 / 23:37 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Si kuning emas lebih dari 1% pada perdagangan Senin (1/7). Tertekan penguatan dollar Amerika Serikat (AS) dan investor mulai berbondong-bondong ke aset berisiko setelah dimulainya kembali pembicaraan perdagangan AS dan China.

Mengutip Bloomberg, pukul 23.20 WIB, emas di pasar spot turun 1,38% ke level US$ 1.390,11 per ons troi. Sebelumnya sempat jatuh ke level terendah sejak 20 Juni di US$ 1.381,51 per ons troi.  

Sedangkan, emas berjangka pengiriman Agustus 2019 di Commodity Exchange turun 1,51% ke level US$ 1.392,30 per ons troi.

Sebelumnya, AS dan China pada Sabtu (29/6), sepakat untuk melanjutkan negosiasi perdagangan setelah Presiden Donald Trump menawarkan konsesi kepada Presiden China Xi Jinping ketika keduanya bertemu di sela-sela KTT G20 di Jepang.

Kabar mendorong reli bursa saham global dan mengirim indeks dollar ke level tertinggi lebih dari sepekan, membatasi aliran ke dalam safe-haven bullion.

"Di bawah keadaan (geopolitik) positif, dollar menguat dan itu memiliki efek negatif pada emas," kata Rob Lutts, chief investment officer Cabot Wealth Management.

“Menembus level di bawah US$ 1.350 dapat melukiskan gambaran bearish, tambahnya.

Asal tahu, harga emas mencapai kenaikan tertinggi enam tahun pada pekan lalu di US$ 1.438,63 per ons troi, didorong oleh prospek dovish dari bank sentral dan eskalasi ketegangan antara AS dan Iran.

Logam mulia ini telah merosot sekitar US$ 50 sejak menembus level US$ 1.400 per ons troi, tetapi beberapa analis melihatnya sebagai koreksi yang sehat dan kesempatan untuk membeli.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×