kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Harga emas turun ke US$ 1.340 setelah menguat delapan hari berturut-turut


Senin, 10 Juni 2019 / 08:10 WIB


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah menguat dalam delapan hari perdagangan berturut-turut, harga emas hari ini terkoreksi. Senin (10/6) pukul 7.57 WIB, harga emas untuk pengiriman Agustus 2019 di Commodity Exchange turun 0,42% ke US$ 1.340,50 per ons troi.

Harga emas menguat dalam delapan hari perdagangan berturut-turut hingga US$ 1.346,10 per ons troi hingga Jumat (7/6) lalu. Dalam delapan hari, harga emas mengakumulasi kenaikan 4,96% dari sebelumnya US$ 1.282,50 per ons troi pada Selasa (28/5).

Reli kenaikan harga emas terjadi akibat spekulasi bahwa Federal Reserve berpotensi memangkas suku bunga. Pemicunya adalah perlambatan ekonomi global dan data tenaga kerja yang lebih rendah daripada prediksi pasar.

"Dalam jangka panjang, emas berpeluang mempertahankan kondisi bullish akibat prediksi perubahan kebijakan The Fed. Sinyal dovish The Fed jelas akan mendorong kenaikan harga emas dan melemahkan dollar," kata Benjamin Lu, analis Phillip Futures kepada Reuters.

Lu mengatakan bahwa reli harga emas ini menyebabkan sejumlah investor mengambil untung.

Di sisi lain, harga emas yang makin tinggi menyebabkan permintaan emas fisik tertahan. "Konsumen sedang menimbang kenaikan mendadak harga emas," kata diler emas di Ahmedabad kepada Reuters.

Bahkan, diler emas di India menawarkan diskon di tengah kenaikan harga. "Permintaan ritel cenderung lemah pada bulan Juni dan Juli, sehingga trader tidak terlalu khawatir," imbuh diler tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×