CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.962   17,00   0,09%
  • IDX 6.232   56,24   0,91%
  • KOMPAS100 823   8,72   1,07%
  • LQ45 628   5,84   0,94%
  • ISSI 214   2,70   1,27%
  • IDX30 354   2,95   0,84%
  • IDXHIDIV20 440   1,97   0,45%
  • IDX80 94   1,10   1,18%
  • IDXV30 118   0,63   0,54%
  • IDXQ30 114   0,48   0,43%

Harga Emas Terkoreksi pada Senin (20/7) Pagi, Dipicu Spekulasi kenaikan Bunga The Fed


Senin, 20 Juli 2026 / 07:40 WIB
Harga Emas Terkoreksi pada Senin (20/7) Pagi, Dipicu Spekulasi kenaikan Bunga The Fed
ILUSTRASI. Harga emas turun setelah AS dan Iran meningkatkan serangan, memicu spekulasi bahwa Federal Reserve mungkin perlu menaikkan suku bunga. (REUTERS/Alexander Manzyuk)


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas terkoreksi pada perdagangan awal pekan ini, Senin (20/7/2026). Pukul 07.33 WIB, harga emas untuk pengiriman Agustus 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 4.005,20 per ons troi, turun 0,34% dari akhir pekan lalu yang ada di US$ 4.018,80 per ons troi.

Harga emas turun setelah AS dan Iran meningkatkan serangan selama akhir pekan. Hal ini memicu spekulasi bahwa Federal Reserve mungkin perlu menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi.

Mengutip Bloomberg, Iran mengatakan gencatan senjata antara AS dan Iran pada dasarnya telah diabaikan, sehingga meningkatkan kemungkinan semakin dalamnya gangguan terhadap aliran energi melalui Selat Hormuz.

Baca Juga: Harga Minyak Melonjak pada Senin (20/7) Pagi, Dipicu Memanasnya Ketegangan AS-Iran

Konflik Iran kembali mendorong kenaikan harga energi dan komoditas, mulai dari bahan bakar hingga bahan baku manufaktur dan produksi pangan. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa The Fed pada akhirnya mungkin akan memperketat kebijakan moneter.

Suku bunga yang tinggi akan menghambat kenaikan harga emas.

Harga emas batangan telah berfluktuasi dalam kisaran sempit sekitar US$ 4.000 per ons troi dalam beberapa minggu terakhir setelah turun 14% pada kuartal kedua.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×