kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.734   15,00   0,08%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Harga Emas Melonjak, Pasar Pangkas Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed


Rabu, 17 Juni 2026 / 05:16 WIB
Harga Emas Melonjak, Pasar Pangkas Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
ILUSTRASI. GLOBAL-PRECIOUS/GOLD (REUTERS/Alexander Manzyuk). Harga emas dunia menguat lebih dari 1% pada perdagangan Selasa (16/6/2026) seiring meredanya kekhawatiran inflasi.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas dunia menguat lebih dari 1% pada perdagangan Selasa (16/6/2026) seiring meredanya kekhawatiran inflasi setelah muncul optimisme atas kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Sentimen tersebut turut mendorong penurunan harga minyak dan mengurangi ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

Harga emas spot naik 0,8% menjadi US$ 4.338,86 per ons troi pada akhir perdagangan. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus ditutup menguat tipis 0,1% ke level US$ 4.354,40 per ons troi.

Baca Juga: Harga Emas Melemah, Tertekan Dolar AS dan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Penguatan emas didorong oleh perkembangan geopolitik setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan sementara dengan Iran yang memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari dan membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran energi strategis yang sempat terganggu akibat konflik.

Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures David Meger mengatakan, prospek tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran menjadi faktor utama yang menopang harga emas dalam dua hari terakhir.

“Penurunan suku bunga jangka pendek dan harga energi membuat kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga tahun ini menjadi lebih kecil,” ujarnya. 

Meredanya ketegangan di Timur Tengah langsung menekan harga minyak. Kontrak Brent bahkan turun di bawah US$ 80 per barel untuk pertama kalinya sejak awal Maret, setelah anjlok hampir 5% sehari sebelumnya.

Penurunan harga energi membuat pasar mulai mengurangi taruhan terhadap kenaikan suku bunga The Fed.

Baca Juga: The Fed Tahan Suku Bunga, Powell: Inflasi Masih Tinggi tapi Terkendali

Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada Desember kini turun menjadi sekitar 60%, dari sekitar 70% pada pekan lalu.

Sebelumnya, lonjakan harga minyak akibat konflik AS-Israel dan Iran sempat membebani pasar emas karena memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi dan mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama.

Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, logam mulia tersebut cenderung kurang menarik ketika suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.

Pelaku pasar kini menantikan keputusan suku bunga The Fed yang akan diumumkan Rabu waktu setempat. Pertemuan tersebut menjadi sorotan karena merupakan keputusan pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh.

Baca Juga: Ketidakpastian Tinggi, Institusi Keuangan Global Sulit Prediksi Arah Bunga The Fed

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot naik 0,3% menjadi US$70,22 per ons troi. Platinum melesat 2,8% ke US$1.816,65 per ons troi, sementara paladium menguat 0,7% menjadi US$1.358,06 per ons troi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×