kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   25.000   0,96%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Harga emas spot terus menguat ke US$ 1.556,45 per ons troi


Jumat, 17 Januari 2020 / 12:55 WIB
ILUSTRASI. Emas batangan


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas spot terus menanjak. Berdasarkan data Bloomberg, Jumat (17/1), pukul 12.45 WIB, harga emas spot telah naik 0,25% ke US$ 1.556,45 per ons troi.

Penguatan dipicu oleh data pertumbuhan ekonomi China. Data terbaru menunjukkan, pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia itu pada kuartal IV-2019 hanya 6,0%. Angka ini sesuai dengan poling analis yang dilakukan Reuters.

Alhasil, sepanjang tahun 2019, ekonomi Negeri Tirai Bambu tersebut hanya tumbuh 6,1%. Atau lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya yang mencapai 6,6%. 

Baca Juga: Emas mulai rebound berkat data ekonomi China

Selain mengalami kontraksi, pertumbuhan ekonomi Negeri Tirai Bambu di tahun lalu menjadi yang paling lemah dalam 29 tahun terakhir. Walau begitu, capaian ini masih sesuai dengan target pertumbuhan pemerintah China yang berada di kisaran 6%-6,5%.

Di sisi lain, pelaku pasar pun masih optimistis pada tren bullish emas. Hasil survei Bloomberg menunjukkan, mayoritas analis logam mulia memprediksi tren harga si kuning masih menanjak.

Penyebabnya, kini pelaku pasar menanti langkah selanjutnya dalam kesepakatan dagang antara China dan AS. Terlebih pembicaraan untuk fase kedua kesepakatan dagang bakal terjadi setelah pemilihan presiden AS. Sehingga ketidakpastian masih menyelimuti pasar global. 

Karena itu, pelaku pasar pun kembali melirik aset lindung nilai atawa safe haven seperti emas. Jadi tak mengherankan jika emas kembali menguat setelah sempat melemah.

Koreksi emas dipicu oleh data ekonomi AS yang positif. Seperti penjualan ritel yang berhasil naik 4,1% sepanjang tahun lalu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×