kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Harga emas spot siang ini masih berkilau di US$ 1.520,53 ons troi


Kamis, 15 Agustus 2019 / 11:08 WIB
Harga emas spot siang ini masih berkilau di US$ 1.520,53 ons troi
ILUSTRASI. Butiran Emas


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jelang siang, harga emas masih berkilau. Kamis (15/8) pukul 11.05 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.520,53 ons troi lebih tinggi 0,28% dibandingkan saat pembukaan. Sementara, harga emas berjangka Amerika Serikat (AS) sedikit tergelincir 0,1% di posisi US$ 1.526,80 ons troi.

Harga emas yang terbentuk ini disebabkan lantaran kurva imbal hasil (yield curve) obligasi Amerika Serikat (AS) telah mengkhawatirkan investor tentang meningkatnya risiko resesi. Sementara perang perdagangan Sino-AS yang berlarut-larut menambah kekhawatiran perlambatan ekonomi global, meningkatkan daya tarik untuk aset safe-haven.

Data ekonomi dari Tiongkok dan Jerman menunjukkan perlambatan ekonomi global, terpukul oleh perang dagang AS-Cina yang tak kunjung padam, persoalan Brexit, serta ketegangan geopolitik.

Baca Juga: Harga emas Antam rekor lagi ke Rp 759.000 per gram

Pada hari Rabu, para pejabat AS mengatakan China tidak membuat konsesi perdagangan setelah Presiden AS Donald Trump menunda tarif 10% atas impor China senilai lebih dari US$ 150 miliar. Hal ini menandakan jika kesepakatan perdagangan tidak akan bergerak.

Indeks MSCI All Country World Price, yang menggabungkan pembacaan 49 pasar ekuitas di seluruh dunia, turun 2,1% ke level terendah sejak 4 Juni.

Baca Juga: Ekspor nikel distop Jonan, Antam bisa kehilangan Rp 2 triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×