kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga emas spot naik 0,4% ke US$ 1.937,8 per ons troi pada pagi ini (4/9)


Jumat, 04 September 2020 / 08:48 WIB
ILUSTRASI. Harga emas naik


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga emas menguat tipis pada perdagangan hari ini setelah dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah dan bursa saham global yang kembali koreksi. Hal tersebut akhirnya membuat permintaan terhadap aset safe haven seperti emas terangkat sambil menanti data upah sektor non-pertanian AS bulan Agustus yang dirilis hari ini.

Mengutip Reuters, Jumat (4/9) pukul 08.30 WIB, harga emas spot naik 0,4% menjadi US$ 1.937,84 per ons troi, setelah jatuh ke level terendah satu minggu pada hari Kamis (3/9) lalu. Kini, harga si kuning turun 1,5% sepanjang minggu ini.

Sementara itu harga emas berjangka kontrak pengiriman Desember 2020 naik 0,2% menjadi US$ 1.942,20 per ons troi. 

Keunggulan emas datang setelah indeks dolar turun 0,1% terhadap para pesaingnya. Koreksi terjadi setelahnya the greenback menguat ke dekat level tertinggi satu minggu di sesi sebelumnya, dan membuat harga emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Baca Juga: Harga minyak mentah lanjutkan pelemahan di perdagangan pagi ini (4/9)

Sentimen tambahan datang setelah bursa saham di Asia dibuka di zona merah pada hari ini, mengekor Wall Street yang membukukan penurunan satu hari terbesar dalam hampir tiga bulan.

Sokongan bagi komoditas logam mulia ini kian bertambah setelah Kepala Federal Reserve Chicago pada hari Kamis menelepon ke Kongres untuk memberikan lebih banyak bantuan fiskal dan mengisyaratkan kebijakan moneter AS akan dilonggarkan lebih lanjut dan suku bunga dipertahankan pada tingkat yang sangat rendah selama bertahun-tahun untuk membantu perekonomian memulihkannya kekuatan pra-pandemi.

Sementara itu, jumlah pasien virus corona terus bertambah. Berdasarkan perhitungan Reuters, setidaknya ada lebih dari 26,15 juta orang telah dilaporkan terinfeksi oleh virus corona baru secara global dan 863.863 telah meninggal. 

Kilau emas sempat pudar setelah klaim pengangguran mingguan AS turun di bawah 1 juta pada minggu lalu. Ini adalah penurunan kedua kalinya sejak pandemi dimulai. Tetapi hal ini ternyata tidak menandakan pemulihan yang kuat di pasar tenaga kerja.

Kini investor menanti data penggajian AS yang akan dirilis hai ini, untuk melihat tanda-tanda yang lebih jelas dari stagnasi pasar tenaga kerja.

Selanjutnya: Bursa Asia kompak memerah terseret aksi profit taking di Wall Street

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×