kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,51   7,16   0.77%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Emas Spot Menentang Penguatan Dolar AS, Jumat (22/9)


Jumat, 22 September 2023 / 16:16 WIB
Harga Emas Spot Menentang Penguatan Dolar AS, Jumat (22/9)
ILUSTRASI. Emas batangan


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas menguat pada hari Jumat (22/9), meskipun ada tekanan dari penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan imbal hasil obligasi.

Sementara itu, investor menilai keputusan bank-bank sentral utama untuk mempertahankan suku bunga sebagai sinyal akan adanya tekanan ekonomi global yang akan segera terjadi.

Melansir Reuters, harga emas spot naik 0,3% ke US$1.925,40 per ons troi pada pukul 0811 GMT, setelah membukukan penurunan harian terbesar sejak 5 September pada hari Kamis. Sedangkan, harga emas berjangka AS naik 0,4% menjadi US$1.946,90.

Baca Juga: Harga Emas Menguat Akibat Sinyal Tekanan Ekonomi Global

Bank-bank sentral dari negara-negara dengan perekonomian terbesar di dunia telah mengisyaratkan bahwa mereka akan mempertahankan suku bunga setinggi untuk mengendalikan inflasi. Bahkan ketika pengetatan kebijakan global selama dua tahun telah mencapai puncaknya.

"Pasar melihat bank-bank sentral dan mengatakan bahwa Anda tidak menghentikan kenaikan suku bunga karena inflasi telah terkendali, Anda menghentikannya karena Anda khawatir bahwa pertumbuhan global akan terhenti," ujar Ilya Spivak, kepala makro global di Tastylive.

"Ada perasaan yang sangat kuat bahwa pertumbuhan global mulai kehabisan kaki untuk berpijak."

Dolar berada di dekat puncak enam bulan di tengah prospek kenaikan suku bunga AS yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.

Sementara imbal hasil obligasi tenor 10 tahun naik ke level tertinggi 16 tahun dan ekuitas global mengalami minggu terburuknya dalam satu bulan.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini (22/9) Longsor, Pembeli 6 Bulan Lalu Tekor 10,89%!

Investor secara tradisional membeli emas sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi, tetapi suku bunga yang lebih tinggi cenderung membebani emas batangan yang tidak membayar bunga.

Pasar memperkirakan peluang 45% kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS sebelum tahun depan. Sementara juga melihat sekitar 42% peluang pelonggaran pada paruh pertama tahun 2024, menurut CME FedWatch tool.

Para trader juga mencerna keputusan Bank of Japan untuk mempertahankan suku bunga sangat rendah, sambil menunggu data indeks manajer pembelian (PMI) utama dari Inggris, AS, dan zona euro pada hari ini.

Di tempat lain, harga perak naik 1,4% menjadi US$23,70 per ons troi dan berada di posisi terbaik dalam empat minggu terakhir.

Platinum naik 1,1% menjadi US$929,07 dan paladium naik 1,1% menjadi US$1.277,03.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×