kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.399.000   13.000   0,94%
  • USD/IDR 16.140
  • IDX 7.328   27,17   0,37%
  • KOMPAS100 1.142   4,95   0,44%
  • LQ45 920   5,02   0,55%
  • ISSI 219   0,28   0,13%
  • IDX30 458   2,53   0,56%
  • IDXHIDIV20 549   3,16   0,58%
  • IDX80 129   0,76   0,60%
  • IDXV30 127   0,36   0,29%
  • IDXQ30 155   0,64   0,42%

Harga Emas Naik Karena Komentar Powell, Laporan Inflasi AS Ditunggu


Rabu, 10 Juli 2024 / 18:17 WIB
Harga Emas Naik Karena Komentar Powell, Laporan Inflasi AS Ditunggu
ILUSTRASI. Rabu (10/7) pukul 16.00 WIB, harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi US$ 2.372,83 per ons troi.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas naik tipis pada hari Rabu, sehari setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyatakan bahwa alasan penurunan suku bunga semakin kuat. Sementara investor bersiap menghadapi laporan inflasi Amerika Serikat (AS).

Rabu (10/7) pukul 16.00 WIB, harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi US$ 2.372,83 per ons troi. Sedangkan harga emas berjangka AS naik 0,5% menjadi US$ 2.379,20 per ons troi.

"Sepertinya kesaksian Jerome Powell (kemarin) setidaknya memberikan petunjuk mengenai penurunan suku bunga lebih cepat yang mendukung harga," kata analis StoneX Rhona O'Connell kepada Reuters.

Powell mempertahankan sikap hati-hati pada hari Selasa meski mengakui membaiknya inflasi. "Lebih banyak data yang baik akan memperkuat alasan untuk kebijakan moneter yang lebih longgar," kata dia.

Baca Juga: Sebulan Naik 3,84%, Harga Emas Hari Ini Rontok Lagi (10 Juli 2024)

Dengan data AS yang lebih lemah baru-baru ini, argumen pasar adalah penurunan suku bunga pada bulan September. "Namun dengan Ketua Fed masih ingin melihat lebih banyak data yang baik, kemajuan inflasi lebih lanjut akan diperlukan untuk memberikan kepercayaan lebih bagi para pengambil kebijakan untuk membuka pintu bagi penurunan suku bunga," kata ahli strategi pasar IG Yeap Jun Rong.

Pedagang saat ini melihat peluang penurunan suku bunga sebesar 73% pada bulan September, menurut FedWatch Tool dari CME Group. Pemotongan lainnya diperkirakan terjadi pada bulan Desember.

Daya tarik emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil cenderung bersinar ketika suku bunga turun.

Baca Juga: Emas Berpotensi Kembali Melemah, Investor Tunggu Pernyataan Powell & Data Inflasi AS

Investor akan menilai kesaksian Powell hari kedua di DPR hari ini, bersama dengan data indeks harga konsumen (CPI) AS yang akan dirilis pada hari Kamis.

Data CPI diperkirakan menunjukkan bahwa inflasi naik 0,1% secara bulanan, sementara inflasi inti naik 0,2%. Hal ini akan membuat kenaikan tahunan masing-masing sebesar 3,1% dan 3,4%.

Sementara itu, dana yang diperdagangkan di bursa emas (exchange-traded funds) yang didukung secara fisik secara global mengalami aliran masuk selama dua bulan berturut-turut di bulan Juni. Inflow ini akibat penambahan kepemilikan oleh dana yang terdaftar di Eropa dan Asia, menurut World Gold Council pada hari Selasa.

Harga perak spot naik 0,6% menjadi US$ 30,98 per ons, platinum naik 0,3% menjadi US$ 987,26 dan paladium turun 0,2% menjadi US$ 978,73.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×