Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas dunia terpantau mulai turun dalam beberapa waktu terakhir, meskipun masih mampu menguat sejak awal tahun 2026.
Melansir Trading Economics pukul 13.30 WIB, harga emas turun 0,18% ker US$ 4.755,51 per troi ons. Dalam sebulan terakhir, harga emas juga sudah turun 8,25%.
Meskipun begitu, harga emas masih mampu menguat 10,01% sejak awal tahun alias year to date (YTD).
Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong melihat, pergerakan harga emas saat ini diperkirakan masih akan fluktuatif.
“Ini merespons perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah yang berubah-ubah,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (10/4/2026).
Baca Juga: Harga Emas Turun di Siang Ini (10/4), Namun Bersiap Cetak Kenaikan Mingguan Ketiga
Investor pun bisa menambahkan kepemilikan saat harga emas turun. Namun, kepemilikan juga bisa dipertahankan atau bahkan ambil untung ketika harga naik.
“Harga emas saat ini diperkirakan belum akan melanjutkan rally dan masih akan ada di bawah US$ 5.000 per troi ons,” tuturnya.
Menurut Lukman, perang di Timur Tengah diperkirakan masih berlangsung setidaknya hingga Juni 2026.
“Strategi buy low sell high bisa memaksimalkan imbal hasil. Namun, strategi buy low and hold sesuai bagi investor yang tidak menghindari kerumitan,” katanya.
Lukman pun memproyeksikan harga emas dunia akan ada di kisaran US$ 4.400 - US$ 4.900 per ons troi hingga semester I 2026.
Ia juga memperkirakan, harga emas bakal menyentuh US$ 5.700 - US$ 6.000 per ons troi di akhir 2026 dengan asumsi perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel berakhir.
Baca Juga: Harga Minyak Anjlok, Begini Strategi Investasi Komoditas dan Saham Energi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












