kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga emas menuju penurunan mingguan ketiga


Jumat, 04 April 2014 / 14:42 WIB
ILUSTRASI. Teknologi energi surya dengan modul Vertex produksi Trina Solar di Hebei, China.


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SINGAPURA. Harga emas dunia menuju penurunan mingguan ketiganya, hari ini (4/4). Pada pukul 14.24 waktu Singapura, harga kontrak emas untuk pengantaran cepat diperdagangkan di level US$ 1.287,34 per troy ounce. Kemarin, harga kontrak emas yang sama ditransaksikan di posisi US$ 1.286,70 per troy ounce.

Jika ditotal, harga emas sudah turun 0,6% pada pekan ini setelah melorot ke posisi US$ 1.277,79 per troy ounce pada 1 April lalu.

Penurunan harga emas terjadi sebelum dirilisnya data tenaga kerja AS pada hari ini. Pelaku pasar memprediksi, tenaga kerja AS akan mencatatkan pertumbuhan tertinggi dalam empat bulan terakhir. Kondisi ini akan mendukung kebijakan pengurangan stimulus oleh bank sentral AS.

"Transaksi emas masih akan tipis karena investor akan menunggu data ekonomi AS untuk melihat arah emas ke depannya," jelas Ethan Wai, research analyst Wing Fung Financial Group.

Sekadar mengingatkan, pertemuan the Fed selanjutnya diprediksi akan memutuskan untuk menurunkan kembali stimulus senilai US$ 10 miliar, seperti yang dilakukan pada tiga pertemuan sebelumnya. Dengan demikian, sisa stimulus untuk pembelian aset mencapai US$ 55 miliar.

Sementara itu, harga kontrak emas untuk pengantaran Juni naik 0,2% menjadi US$ 1.287,60 per troy ounce di Comex, New York

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×