kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,67   6,06   0.79%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Harga emas menguat, terdorong kekhawatiran ancaman virus corona


Selasa, 28 Januari 2020 / 19:21 WIB
Harga emas menguat, terdorong kekhawatiran ancaman virus corona
ILUSTRASI. Harga emas batangan.

Reporter: Irene Sugiharti | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas spot menguat pasca menyebarnya virus corona, sehingga membuat investor beralih ke aset safe haven.

Mengutip Bloomberg, harga emas di pasar spot hari ini menguat ke level US$ 1.583 per ons troi. 

Analis Monex Investindo Ahmad Yudiawan sebut harga emas capai level tertinggi dalam tiga bulan terakhir.

Baca Juga: Kilau emas terhadang penguatan dolar AS

Menurut Yudi, penguatan harga emas ini didorong oleh sentimen kekhawatiran investor terhadap virus Corona yang semakin meluas denga jumlah korban terus bertambah. Selain itu virus ini juga dianggap menghambat laju perekonomian China.

“Tentu saja hal ini membuat panik pelaku pasar dan membuat mereka mencari aset yang lebih aman untuk itu emas menjadi salah satu alternatif untuk pelaku pasar saat ini untuk meletakkan uang mereka,” kata Yudi.

Sentimen virus corona ini mendorong kenaikan harga emas sementara. Sehingga menurut Yudi harga emas sangat mungkin kembali terkoreksi jika sentimen virus corona ini sudah mereda.

“Jika sentimen-sentimen terkait virus corona ini semakin berkurang saya kira pasar juga akan meresponnya. Tentu harga emas  akan kembali melemah,” kata Yudi.

Sejalan dengan penguatan harga emas spot harga emas Antam juga perlahan merangkak naik. Yudi menilai, harga emas antam akan mengikuti dinamika harga emas global. Sehingga tidak menutup kemungkinan emas Antam juga akan mengalami lonjakan harga.

Dalam sepekan ke depan secara fundamental maupun teknikal Yudi melihat harga emas Antam masih akan terus menguat. Dari sisi fundamental kekhawatiran pasar terhadap virus corona berdampak pada melambatnya pertumbuhan perekonomian global mendorong kenaikan permintaan emas lebih tinggi yang akan diikuti kenaikan harga diluar harga rata-rata.

Sementara dari sisi teknikal indikator Moving Average 50,100 dan 200 yang biasanya digunakan investor untuk melihat tren pergerakan harga menunjukkan kemungkinan harga emas masih akan naik. 

Baca Juga: Jika virus corona memburuk, harga emas bisa di atas US$ 1.600

Begitu pula dengan indikator MACD yang bergerak dalam kisaran positif. Sementara indikator stochastic dan RSI yang masing – masing menunjukkan tanda-tanda jenuh beli dan netral. Secara keseluruhan Yudi masih melihat tanda-tanda bullish untuk harga emas.

Yudi memproyeksikan untuk sepekan ke depan harga emas spot akan bergerak dalam kisaran resistance US$ 1.590-US$ 1.600 per ons troi dan kisaran support US$ 1.560-US$ 1.555 per ons troi. 

Adapun emas Antam akan berada di kisaran support Rp 762.000–Rp 752.000 per gram dan kisaran resistance Rp 780.000 – Rp 799.000 per gram.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×