kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45736,73   34,31   4.88%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Kilau emas terhadang penguatan dolar AS


Selasa, 28 Januari 2020 / 13:25 WIB
Kilau emas terhadang penguatan dolar AS
ILUSTRASI. Emas sempat menyentuh rekor tertinggi dalam enam tahun akibat virus corona

Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Reli harga emas spot terhenti karena pesona dolar Amerika Serikat (AS) lebih menyilaukan. Selasa (28/1) pukul 13.15 WIB, harga emas spot turun 0,19% ke US$ 1.579,03 per ons troi.

Padahal di penutupan Senin (27/1), harga si kuning mencapai rekor tertingginya sejak April 2013 di US$ 1.582,06 per ons troi.

Harga emas naik dalam empat sesi terakhir karena penyebaran virus corona yang mengguncang pasar keuangan global. Ini pun membuat beberapa negara melakukan pembatasan perjalanan ke Negeri Tirai Bambu tersebut.

Baca Juga: Cetak rekor tertinggi dalam enam tahun, emas spot stabil di US$ 1.581,77 per ons troi

John Sharma, Ekonom National Australia Bank (NAB) mengungkapkan posisi emas saat ini merupakan level baru bagi si kuning. "Emas bisa mencapai US$ 1.600 tetapi akan banyak di kisaran US$ 1.570 - US$ 1.590 per ons. Ini karena banyaknya informasi baru seputar virus ini," katanya seperti dikutip Reuters.

Emas yang merupakan aset safe haven dianggap sebagai investasi paling aman selama ketidakpastian ekonomi dan politik. Namun, kenaikan emas batangan dihentikan dolar AS yang lebih kuat. 

Bahkan, the greenback melayang ke level tertinggi hampir dua bulan pada penutupan awal pekan ini.

Keperkasaan dolar AS datang karena pelaku pasar menanti hasil pertemuan The Federal Reserve yang akan dilakukan Selasa (28/1) waktu setempat. Para analis pun masih memprediksi suku bunga acuan AS kembali dipertahankan di level saat ini.




TERBARU

Close [X]
×