kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45928,35   -6,99   -0.75%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Emas Menguat Dalam Dua Bulan Terakhir Karena Gejolak Perbankan AS


Sabtu, 29 April 2023 / 06:48 WIB
Harga Emas Menguat Dalam Dua Bulan Terakhir Karena Gejolak Perbankan AS
ILUSTRASI. Dalam sebulan, harga emas spot menguat 1,05% dan ditutup pada US$ 1.990 per ons troi di Jumat (28/4).


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas bangkit kembali pada hari Jumat (28/4) di tengah penurunan imbal hasil dan kekhawatiran baru atas gejolak perbankan Amerika Serikat (AS). Meski hanya naik tipis di perdagangan terakhir pekan ini dan bulan April, harga emas naik secara bulanan, bahkan ketika inflasi AS yang stabil memperkuat taruhan untuk kenaikan suku bunga minggu depan.

Jumat (28/4), harga emas spot naik 0,11% menjadi US$ 1.990 per ons troi. Harga emas spot menguat 0,35% dalam sepekan terakhir. Sedangkan dalam sebulan, harga emas spot menguat 1,05% dari US$ 1.969,28 per ons troi di akhir Maret.

Sedangkan harga emas kontrak Juni 2023 di Commodity Exchange naik tipis 0,005% ke US$ 1.999,10 per ons troi pada perdagangan kemarin. Dalam sepekan, harga emas berjangka ini menguat 0,43% dan naik 0,65% dalam sebulan.

Federal Reserve mengeluarkan penilaian yang mendetail dan tajam atas kegagalannya untuk mengidentifikasi masalah di sektor perbankan AS dan mendorong perbaikan di Silicon Valley Bank sebelum keruntuhan yang terjadi di bank tersebut. Bank sentral AS menjanjikan pengawasan yang lebih ketat dan aturan yang lebih ketat.

Baca Juga: Harga Emas di Pegadaian, Siang Ini Jumat 28 April 2023, Cek Daftarnya di Sini

Laporan The Fed mencuat di waktu yang sama dengan penurunan imbal hasil Treasury 10-tahun, menyebabkan harga emas menguat. "Tetapi semuanya bergantung pada apa yang akan dikatakan (Ketua Fed Jerome) Powell minggu depan," kata Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures kepada Reuters.

Imbal hasil US Treasury turun setelah data menunjukkan laju inflasi keseluruhan melambat pada bulan Maret dan belanja konsumen stabil. Tetapi data tersebut juga menunjukkan bahwa tekanan harga yang mendasarinya tetap kuat. Alhasil, para pelaku pasar menambah taruhan untuk kenaikan suku bunga minggu depan.

Kenaikan suku bunga menumpulkan daya tarik emas yang tidak menawarkan imbal hasil.

Baca Juga: Sudah Tahu Kelemahan Emas sebagai Alat Investasi? Ini Penjelasan Warren Buffett

"Emas tampaknya akan tetap dalam kisaran ketatnya baru-baru ini untuk saat ini, meskipun penutupan mingguan di bawah US$ 1.965 dapat memicu penurunan lebih lanjut, sementara kenaikan akan mengangkat harga kembali di atas US$ 2.000," kata Tai Wong, pedagang logam independen yang berbasis di New York.

Harga emas telah mencapai puncak satu tahun di US$ 2.048,71 pada pertengahan April saat krisis perbankan terjadi.

Dolar menuju penurunan bulanan, membuat emas batangan lebih murah untuk pembeli luar negeri. Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia melemah 0,83% sepanjang April ke 101,66.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×