kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Emas Melemah Karena Data AS yang Kuat, Tetapi Bertahan di Dekat US$ 2.000


Senin, 10 April 2023 / 19:19 WIB
Harga Emas Melemah Karena Data AS yang Kuat, Tetapi Bertahan di Dekat US$ 2.000
ILUSTRASI. Pada pukul 18.43 WIB, harga emas spot turun 0,3% menjadi US$ 2.001,49 per ons troi.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas turun pada hari Senin (10/4) setelah angka pekerjaan di Amerika Serikat (AS) yang kuat menghidupkan kembali taruhan untuk kenaikan suku bunga dan mendukung dolar AS. Tetapi risiko ekonomi yang terus-menerus membuat safe-haven emas mendekati level US$ 2.000.

Pada pukul 18.43 WIB, harga emas spot turun 0,3% menjadi US$ 2.001,49 per ons troi. Sementara harga emas berjangka AS turun 0,5% menjadi US$ 2.016,50 per ons troi.

Data Departemen Tenaga Kerja AS pada hari Jumat menunjukkan, nonfarm payrolls meningkat sebesar 236.000 pekerjaan bulan lalu. Pasar sekarang melihat Federal Reserve AS menaikkan suku bunga bulan depan, dengan sekitar 69% mengharapkan kenaikan 25 bps. Prediksi ini membantu penguatan nilai tukar dolar AS.

Han Tan, kepala analis pasar di Exinity mengatakan bahwa penurunan harga emas baru-baru ini juga merupakan koreksi teknikal dari kondisi harga yang hampir overbought.

Baca Juga: Harga Emas di Pegadaian, Siang Ini Senin 10 April 2023, Cek Daftarnya di Sini

Tetapi, tanda-tanda bahwa disinflasi AS sedang meningkat, memungkinkan Fed untuk menghentikan kenaikan suku bunga lebih cepat. Hal ini dapat mengembalikan emas ke level tertinggi.

Emas secara tradisional dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Tetapi suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Harga emas menembus level US$ 2.000 minggu lalu karena beberapa data AS yang lemah memperburuk risiko perlambatan menyusul lonjakan harga minyak.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini (5/1) Antam Naik Tipis, Selisih dengan Buyback Rp 108.000!

"Tren bullish, yang terbentuk sejak November 2022, masih utuh," kata perusahaan logam MKS PAMP dalam sebuah catatan yang dikutip Reuters.

Namun, indeks harga konsumen inti AS yang lebih tangguh akan memantapkan kenaikan suku bunga 25 bps. Angka inflasi konsumen juga akan memastikan harga emas tidak mencapai tertinggi sepanjang masa bulan ini, kecuali ada katalis baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×