kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.679   35,74   0,63%
  • KOMPAS100 733   5,57   0,77%
  • LQ45 557   4,21   0,76%
  • ISSI 198   1,08   0,55%
  • IDX30 316   1,61   0,51%
  • IDXHIDIV20 389   -0,24   -0,06%
  • IDX80 83   0,60   0,73%
  • IDXV30 106   -0,43   -0,41%
  • IDXQ30 102   0,23   0,23%

Harga emas masih tertahan pada awal perdagangan Selasa (12/11)


Selasa, 12 November 2019 / 08:07 WIB
ILUSTRASI. Selasa (12/11) pukul 7.55 WIB, harga emas spot turun tipis ke US$ 1.455,70 per ons troi dari US$ 1.455,86 per ons troi.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sempat menguat, harga emas gagal bertahan di zona hijau. Selasa (12/11) pukul 7.55 WIB, harga emas spot turun tipis ke US$ 1.455,70 per ons troi dari harga penutupan kemarin pada US$ 1.455,86 per ons troi.

Sedangkan harga emas berjangka untuk pengiriman Desember 2019 di Commodity Exchange turun ke US$ 1.456,70 per ons troi dari harga sebelumnya US$ 1.457,10 per ons troi. Kemarin, harga emas berjangka ini turun 0,40%. Sedangkan harga emas spot turun 0,22%.

"Sebelum reli harga bulan Agustus, harga emas berada di sekitar US$ 1.380-US$ 1.440 sehingga saat ini harga berpeluang menuju level tersebut," kata Tai Wong, head of base and precious metals derivatives trading BMO kepada Reuters.

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun, Begini Saran Analis premium

Harga emas turun meski investor cenderung berhati-hati menunggu kelanjutan negosiasi dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang tampaknya masih terganjal. Presiden AS Donald Trump membantah laporan bahwa AS bersedia menarik tarif impor yang telah diterapkan.

Pekan lalu, emas mencatat penurunan harga 3,6% yang merupakan penurunan mingguan terbesar dalam tiga tahun terakhir. "Emas menunggu perkembangan fundamental besar berikutnya," kata Jim Wyckoff, analis senior Kitco Metals kepada Reuters.

Baca Juga: Sampoerna Group merilis produk investasi Emas Waris

Wyckoff mengatakan, penurunan pasar saham bisa menopang pergerakan harga emas di tengah kerusuhan Hong Kong yang makin memburuk.

Wong menambahkan bahwa koreksi yang berpotensi tajam ini akan berlangsung dalam jangka pendek seperti Agustus lalu sebelum harga emas kembali reli. "Pasar telah bullish cukup lama sehingga investor yang tidak sabar akan melikuidasi aset," kata Wong.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×