kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Harga emas kian redup di awal pekan ini


Senin, 28 September 2015 / 18:05 WIB


Reporter: Namira Daufina | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Harga emas mengawali pekan dengan pelemahan. Tekanan yang besar dari sinar nilai USD akibat sokongan pernyataan pejabat The Fed yang optimis dan sajian data ekonomi yang positif jadi beban pergerakan harga emas.

Mengutip Bloomberg, Senin (28/9) pukul 17.25 WIB harga emas kontrak pengiriman Desember 2015 di bursa Commodity Exchange merosot 1,22% di level US$ 1.131,60 per ons troi. Serta tergerus 0,10% dalam sepekan terakhir.

Agus Chandra, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures memaparkan pelemahan yang terjadi karena imbas positifnya fundamental perekonomian Amerika Serikat. Sehingga aset non bunga seperti emas tidak lagi berkilau untuk menarik perhatian pasar.

Sebelumnya, Jumat (25/9) GDP AS kuartal dua 2015 naik ke level 3,9% dari sebelumnya 3,7%. Ini semakin menegaskan sinyal positif akan solidnya ekonomi AS seperti yang disampaikan oleh Janet Yellen, Gubernur The Fed di hari yang sama.

“Faktor dominan penekan harga emas datang dari keperkasaan USD,” jelas Agus. Hingga Senin (28/9) pukul 14.55 WIB index USD masih merangkak naik 0,07% di level 96,33.

Selain itu, menurut Agus saat ini pelaku pasar sedang antisipasi testimoni susulan dari pejabat-pejabat The Fed yang dijadwalkan akan disampaikan Senin (28/9) sore dan malam hari. “Jika nantinya pernyataan tersebut positif tentunya harga emas akan semakin terkikis,” kata Agus.

Adapun beberapa pejabat yang dijadwalkan memberikan testimoni antara lain Gubenur The Fed Daniel Tarullo, Presiden The Fed New York William Dudley, Presiden The Fed Chicago Charles Evans dan San Francisco John Williams. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×