kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Menunggu The Fed, emas masih belum mampu bangkit


Senin, 28 September 2015 / 11:03 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SINGAPURA. Harga emas masih tertekan pada transaksi awal pekan ini (28/9). Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 11.37 waktu Singapura, harga kontrak emas untuk pengantaran segera diperdagangkan di posisi US$ 1.145,96 per troy ounce. Pada akhir pekan lalu, harga kontrak yang sama ditutup di level US$ 1.146,20 per troy ounce.

Harga emas belum mampu bangkit seiring adanya prospek kenaikan suku bunga Amerika pada tahun ini. Jika dikalkulasikan, harga emas sudah merosot hingga 5,8% dalam setahun terakhir karena adanya isu suku bunga AS tersebut.

Kenaikan suku bunga secara otomatis akan memudarkan pesona emas. Sebab, alat investasi ini tidak memberikan return menarik layaknya aset-aset lain seperti obligasi dan saham.

"Jika The Fed menaikkan suku bunga seperti yang kita prediksikan pada Desember, kami melihat adanya katalis negatif bagi emas, setidaknya untuk jangka pendek," jelas Wayne Gordon, executive director UBS Wealth Management.

Dia meramal, harga emas akan melorot ke level US$ 1.050 dalam jangka pendek seiring kenaikan suku bunga. "Harga emas akan rebound lagi pada 2016," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×