kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga emas kembali naik di atas US$ 1.290


Kamis, 23 November 2017 / 07:42 WIB


Sumber: CNBC | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas melonjak setelah rilis notulen rapat Federal Reserve. Kamis (23/11) pukul 7.30 WIB, harga emas untuk pengiriman Februari 2018 di Commodity Exchange terkoreksi 0,12% ke US$ 1.295,2 per ons troi.

Kemarin, harga emas menanjak 0,82% dari level sebelumnya US$ 1.286,2 per ons troi. Pelemahan kurs dollar Amerika Serikat (AS) terjadi seiring lonjakan harga emas.

Keduanya disebabkan oleh kekhawatiran bank sentral AS atas kondisi pasar finansial yang terus menanjak. Sebenarnya, para pejabat Federal Reserve meyakini pertumbuhan ekonomi yang mulai membaik. Tapi, pasar finansial melaju lebih kencang ketimbang ekonomi.

Gubernur The Fed Janet Yellen yang segera turun dari kursinya, mengatakan, suku bunga akan naik secara bertahap. Tapi dia sangat tidak yakin laju inflasi akan mendukung. "Harga emas tertahan di rata-rata US$ 1.280 sejak awal Oktober. Tapi kini level terendah pergerakan semakin tinggi dan level tertinggi pergerakan harga pun semakin tinggi. Ini mengindikasikan support yang makin kuat atas kenaikan harga emas," kata Ole Hansen, analis Saxo Bank kepada CNBC.

Di sisi lain, Carsten Menke, analis Julius Baer menekankan, kenaikan suku bunga tahun depan akan memperkuat nilai tukar dollar dan menekan emas. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×