Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan harga emas di pasar spot masih dalam tekanan setelah gagal mempertahankan momentum kenaikan di area resistance penting.
Melansir Trading Economics pada Senin (3/8) pukul 16.00 WIB, harga emas spot bertengger di kisaran US$ 4.059 per ons troi atau melemah 0,42% sepekan dan 2,51% sebulan terakhir.
Berdasarkan analisis terbaru dari Dupoin Futures, peluang pelemahan masih lebih dominan karena struktur teknikal belum menunjukkan sinyal pembalikan arah yang kuat. Harga gagal bergerak ke area resistance US$ 4.104, sehingga level tersebut kini menjadi batas penting yang harus ditembus apabila pasar ingin kembali membangun momentum bullish.
Baca Juga: IHSG Terkoreksi 0,03% ke 6.234 pada Senin (3/8), INDY, CPIN, SCMA Top Losers LQ45
“Level tersebut dipandang sebagai zona penting yang akan menentukan apakah pelemahan masih bersifat terbatas atau berkembang menjadi koreksi yang lebih dalam. Selama harga emas masih bergerak di bawah resistance US$ 4.104, skenario pelemahan menuju US$ 4.010 dinilai tetap menjadi proyeksi utama,” ujar Geraldo dalam risetnya, Senin (3/8/2026).
Meski demikian, Dupoin Futures mengingatkan bahwa area US$ 4.010 berpotensi menjadi titik yang memicu technical rebound apabila muncul respons beli yang kuat.
Namun, rebound tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui perubahan struktur harga dan peningkatan volume transaksi. Tanpa adanya breakout di atas resistance utama, kenaikan yang terjadi berpotensi hanya menjadi koreksi sementara di dalam tren bearish yang masih berlangsung.
Dari sisi fundamental, Dupoin Futures menilai bahwa arah harga emas masih sangat dipengaruhi oleh pergerakan dolar Amerika Serikat dan US Treasury Yield. Selama dolar AS tetap kuat dan imbal hasil obligasi pemerintah AS bertahan pada level tinggi, daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil cenderung berkurang.
“Investor biasanya lebih memilih instrumen yang menawarkan return lebih tinggi ketika ekspektasi suku bunga masih berada pada level yang relatif ketat,” lanjutnya.
Selain itu, perhatian pasar saat ini tertuju pada berbagai data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis dalam waktu dekat, termasuk data inflasi, pasar tenaga kerja, serta pernyataan para pejabat Federal Reserve. Menurut Dupoin Futures, data-data tersebut akan menjadi petunjuk penting mengenai arah kebijakan suku bunga berikutnya.
Jika ekonomi Amerika Serikat kembali menunjukkan performa yang solid, peluang Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama akan semakin besar, sehingga berpotensi memperkuat dolar AS dan menambah tekanan terhadap harga emas.
Baca Juga: The Fed Tahan Suku Bunga, Yen Jepang Jadi Safe Haven Paling Menarik
Selain itu, faktor geopolitik juga tetap menjadi variabel yang perlu diperhatikan. Meningkatnya ketidakpastian global sewaktu-waktu dapat mendorong investor kembali mencari perlindungan pada aset aman seperti emas, sehingga dapat membatasi tekanan jual yang berasal dari penguatan dolar AS maupun kenaikan imbal hasil obligasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
