kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45938,93   -10,56   -1.11%
  • EMAS932.000 0,65%
  • RD.SAHAM -0.50%
  • RD.CAMPURAN -0.14%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Harga emas ditutup melemah terseret data AS yang kuat dan taruhan kenaikan suku bunga


Kamis, 25 November 2021 / 06:25 WIB
Harga emas ditutup melemah terseret data AS yang kuat dan taruhan kenaikan suku bunga

Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas tergelincir ke level terendah dalam tiga minggu pada perdagangan sesi sebelumnya karena data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang kuat mengangkat dolar AS dan imbal hasil US Treasury. Di saat uang sama, kegelisahan terkait kenaikan suku bunga Federal Reserve yang lebih cepat dari perkiraan menambah suasana suram.

Rabu (24/11), harga emas spot ditutup turun tipis 0,03% ke US$ 1.788,61 per ons troi, setelah sempat jatuh ke level terendah sejak 4 November di US$ 1.777,80 per barel di awal sesi.

Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Desember 2021 ditutup datar di level US$ 1.784,30 per ons troi.

Emas turun di bawah level kunci di US$ 1.800 per ons troi pada awal pekan ini karena pencalonan ulang Ketua The Fed Jerome Powell yang mendukung taruhan pengetatan kebijakan moneter yang lebih cepat. Alhasil, dolar AS menguat dan pada gilirannya membuat emas batangan lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

Pasar emas sedang tertekan oleh kekhawatiran The Fed mungkin mulai meningkatkan pengurangan atau membawa kenaikan suku bunga lebih cepat dari yang diantisipasi sebelumnya, kata David Meger,  Director of Metals Trading di High Ridge Futures.

Baca Juga: Harga emas spot ditutup melemah ke US$ 1.789 per ons troi, ini penyebabnya

Berdasarkan risalah dari pertemuan kebijakan moneter The Fed terakhir, para pembuat kebijakan itu mengatakan, mereka akan terbuka untuk mempercepat penghapusan program pembelian obligasi mereka jika inflasi tinggi bertahan dan bergerak lebih cepat untuk menaikkan suku bunga.

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Investor emas juga tampaknya mengabaikan kemungkinan inflasi moderat, mengingat penurunan harga energi baru-baru ini, kata analis ED&F Man Capital Markets Edward Meir.

Tekanan menumpuk adalah klaim pengangguran awal AS yang jatuh ke level terendah sejak 1969 dan laporan terpisah menunjukkan pertumbuhan ekonomi meningkat pada tingkat tahunan 2,1%.

 

Selanjutnya: Jokowi sebut kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia ada pada pengendalian pandemi

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
UU Kepailitan Tuntas Mendelegasikan Tugas

[X]
×