kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45908,54   -908,54   -100.00%
  • EMAS1.358.000 -0,37%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Emas Diprediksi Lanjut Naik pada 2024, Akankah Membentuk ATH Baru?


Selasa, 19 Desember 2023 / 21:14 WIB
Harga Emas Diprediksi Lanjut Naik pada 2024, Akankah Membentuk ATH Baru?
ILUSTRASI. PT Deu Calion Futures (DCFX) memprediksi, harga emas akan terus meningkat pada tahun 2024.


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan yang bergerak di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi PT Deu Calion Futures (DCFX) memprediksi, harga emas akan terus meningkat pada tahun 2024.

Hal ini didorong oleh adanya kemungkinan bahwa nilai dolar Amerika Serikat (AS) akan cenderung melemah lebih lama akibat gagal bayar dan pengaruh untuk membayar obligasi.

Kondisi tersebut bakal mendorong investor untuk meninggalkan dolar AS dan beralih ke aset safe haven lainnya, yakni emas. Pada tahun 2024, The Fed juga berencana menahan suku bunga acuannya lebih lama sehingga tidak menutup kemungkinan penurunan dolar AS. 

The Fed pun memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan melambat menjadi hanya 1,5% pada tahun 2024, sebuah laju yang moderat namun positif. Federal Open Market Committee (FOMC) memproyeksikan tingkat pengangguran AS rata-rata sebesar 4,1% pada tahun 2024, masih jauh di bawah rata-rata jangka panjang sekitar 5,7%.

Inflasi AS juga diprediksi akan cenderung mengalami penurunan yang cukup lama karena pengaruh dari gagal bayar utang dan sudah mencapai batas limit utang.

"Hal ini akan berpengaruh juga terhadap penurunan dolar AS yang cukup lama dan investor cenderung meninggalkan dolar AS," kata analis DCFX Andrew Fischer dalam acara Apresiasi Jurnalis DCFX 2023 di Jakarta Selatan, Jumat (15/12). 

Baca Juga: Harga Emas Menguat Karena Imbal Hasil Obligasi Turun

FOMC memproyeksi, inflasi PCE inti AS akan terus membaik dengan rata-rata 2,6% pada 2024 dan 2,3% pada 2025. Sementara itu, suku bunga acuan The Fed akan turun menjadi rata-rata 3,9% pada tahun 2025 dan 2,9% pada tahun 2026.

Selain itu, risiko-risiko besar kemungkinan masih ada, di antaranya ketegangan geopolitik antara AS dan China. "Begitu pula dengan meningkatnya risiko konflik Rusia-Ukraina yang berpotensi berdampak pada perekonomian negara lain," ucap Andrew. 

Risiko politik dalam negeri juga meningkat dengan pemilihan presiden dan umum. Begitu juga di berbagai negara G20, termasuk pemilu penting di AS pada bulan November. Selain itu, pemilu di India, Rusia, dan Meksiko juga akan menjadi beberapa peristiwa penting yang harus diperhatikan.

Andrew memprediksi, harga emas akan mencatatkan harga all-time high (ATH) baru pada 2024 setelah mencapai ATH US$ 2.148 per ons troi pada awal Desember 2023. Target harga tertinggi pertama untuk emas pada tahun 2024 adalah sebesar US$ 2.200 per ons troi.

Setelah itu, harga emas akan mencatatkan koreksi terlebih dahulu. Kemudian, harga emas diprediksi akan menguji ATH baru lagi di level US$ 2.400 per ons troi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×