kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Harga CPO tertekan penurunan ekspor


Senin, 27 November 2017 / 14:55 WIB


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) kembali tergelincir di awal pekan ini. Jatuhnya harga minyak kedelai dan penurunan ekspor Malaysia dan Thailand untuk periode 1-25 November ditengarai menjadi sentimen negatif yang menekan harga.

Mengutip Bloomberg, Senin (27/11), harga minyak sawit mentah kontrak pengiriman Februari 2018 pukul 13.45 WIB tercatat melemah 1,37% ke level RM 2.594 per metrik ton dibanding sehari sebelumnya. Sedangkan dibanding sepekan sebelumnya pelemahannya mencapai sekitar 1,29%.

"Minyak kelapa sawit turun seiring dengan turunnya harga minyak kedelai," ujar Gnanasekar Thiagarajan, Kepala Strategi Trading dan Hedging di Kaleesuwari Intercontinental seperti dikutip Bloomberg.

Minyak kedelai untuk pengiriman Januari di Chicago Board of Trade melemah 0,4% pada penutupan perdagangan Jumat (24/11) kemarin. Menurut Gnanasekar, kondisi ini semakin diperparah dengan penurunan ekspor di Malaysia dan Thailand.

Intertek Testing Services mengungkapkan, ekspor minyak sawit Thailand pada 1-25 November terkoreksi 8,4% ke level 1,08 juta ton. Sedangkan untuk Malaysia penurunan ekspornya mencapai 8,4% ke level 1,18 juta ton. "Untuk jangka pendek harga bisa turun ke kisaran RM 2.570–RM 2.575 per metrik ton," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×