kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga CPO terseret pelemahan minyak nabati


Jumat, 14 Juli 2017 / 13:52 WIB


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Harga komoditas minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) melandai mengikuti kejatuhan harga minyak nabati. Mengutip Bloomberg, Jumat (14/7) pukul 13.00 WIB, harga CPO di Malaysia Derivative Exchange turun 0,74% ke level RM 2.538 per metrik ton.

Sedangkan jika dibandingkan sepekan sebelumnya, harga minyak sawit juga terkoreksi 0,63%.

"Kejatuhan harga CPO mengikuti harga minyak nabati lainnya seperti minyak kedelai di Chicago Board of Trade yang mengalami kejatuhan," ujar Faisyal, analis PT Monex Investindo Futures, Jumat (14/7).

Faktor lainnya yang menggerus harga CPO adalah pelemahan ringgit Malaysia. Pada pukul 13.18 WIB, terpantau ringgit melemah 0,07% di level RM 4.2950 per dollar AS. "Ringgit yang lebih lemah akan membuat harga minyak sawit menjadi lebih murah," imbuhnya.

Faisyal memperkirakan, harga CPO akan bergerak diantara level RM 2.515-RM 2.560 per metrik ton. Jika harga bergerak menembus ke bawah level RM 2.515 per metrik ton, harga berpeluang melemah lebih lanjut menguji support di RM 2.485 per metrik ton.

Sementara, untuk target atas, jika menembus ke atas RM 2.560 per metrik ton, harga berpeluang menguat lebih lanjut  menuju RM 2.640 per metrik ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×