kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Harga CPO berfluktuasi karena terpapar kekhawatiran virus corona


Kamis, 30 Januari 2020 / 08:00 WIB
ILUSTRASI. Panen tandan buah segar kelapa sawit di Bogor, Jumat (14/6). Harga CPO bergerak fluktuatif terpengaruh oleh kekhawitaran pasar terhadap virus corona. KONTAN/Baihaki/14/6/2019


Reporter: Irene Sugiharti | Editor: Tendi Mahadi

Wahyu juga nilai, pekan ini harga CPO dapat menembus RM 3.150 didorong oleh pelemahan produksi dan permintaan yang tinggi dari Indonesia dan Malaysia. Selain itu Wahyu juga nilai pergerakan harga CPO saat ini juga dipengaruhi oleh faktor politik India dan Malaysia.

Ke depan sendiri Deddy nilai pasar CPO masih berpotensi berada di garis hijau sepanjang 2020 ini. Didorong oleh sentimen pemberlakuan program B20 di Malaysia dan B30 di Indonesia. 

Reuters yang sempat proyeksikan akan ada peningkatan produksi CPO baik di Indonesia maupun Malaysia dinilai Deddy tidak akan berpengaruh banyak karena pertumbuhan pasokan CPO akan diiringi oleh pertumbuhan permintaan. 

Baca Juga: Harga CPO langsung ambruk 5% selepas libur Tahun Baru Imlek

Deddy menambahkan, program B20 dan B30 dapat jadi katalis positif dalam jangka panjang karena program ini pun dirancang untuk program jangka panjang.

Sementara Wahyu menilai kendati prospeknya belum cerah, akan ada perbaikan pertumbuhan harga CPO di tahun 2020 dibanding tahun 2019.

“Outlook CPO 2020 lebih baik dari tahun 2019. Hanya saja ya tadi, walaupun rentang harga yang lebih baik, namun ancaman koreksi di level atas masih sangatlah potensial. Perbaikan di 2020 memang didukung membaiknya permintaan, karena ancaman krisis global seperti menjauh. Bahkan beberapa komoditas seperti nikel, paladium, terancam defisit yang signifikan," ujar Wahyu.

Baca Juga: Pertamina minta DMO minyak sawit demi jalankan program B100




TERBARU

[X]
×